Bantuan Pangan ‘Pangersa’ Menanti Perluasan

Bantuan Pangan ‘Pangersa’ Menanti Perluasan
BANTUAN PANGAN: DKPP Kota Bandung menyalurkan bantuan pangan berupa beras, ayam, telur dan ikan lele bagi warga rentan pangan dan berisiko stunting. ( Foto ISTIMEWA)

INILAH, Bandung - Keterbatasan anggaran membuat bantuan pangan bagi warga rentan di Kota Bandung belum bisa menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan. 

Melalui program Pangan bagi Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa), pemerintah berupaya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, meski jumlah penerimanya masih harus dibatasi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung berharap jangkauan program tersebut dapat diperluas pada 2027. Penambahan anggaran dinilai penting agar lebih banyak keluarga memperoleh bantuan, sekaligus meningkatkan frekuensi penyalurannya.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, Pangersa diprioritaskan bagi masyarakat yang belum menerima bantuan sosial lainnya. Namun, kebutuhan warga yang memenuhi kriteria masih lebih besar dibandingkan kemampuan program saat ini.

“Program ini diprioritaskan bagi masyarakat yang belum memperoleh bantuan sosial lainnya. Namun keterbatasan anggaran, membuat jumlah penerima bantuan masih harus dibatasi meskipun kebutuhan masyarakat yang memenuhi kriteria dinilai lebih besar,” kata Gin Gin Ginanjar, Rabu (14/10). 

Pada 2026, bantuan Pangersa menyasar 16 kelurahan. Sebanyak delapan kelurahan masuk kategori rentan pangan, sedangkan delapan lainnya memiliki risiko stunting. Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, dengan tahap pertama berlangsung pada awal Oktober dan tahap kedua menjadi penyaluran terakhir tahun ini.

Di Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, bantuan diberikan kepada 167 kepala keluarga (KK). Sementara itu, sekitar 129 KK di Kelurahan Cibuntu juga tercatat sebagai penerima bantuan.

Setiap keluarga memperoleh paket bahan pangan yang terdiri atas beras 5 kilogram, daging ayam segar 1 kilogram, telur ayam 1 kilogram, dan ikan lele segar 1 kilogram.

Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan, terutama di wilayah yang menghadapi kerentanan pangan dan risiko stunting. Ketersediaan bahan pangan diharapkan turut mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Gin Gin mengatakan, Pangersa telah berjalan sejak 2023 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Ke depan, pemerintah berharap program ini tidak hanya menjangkau lebih banyak warga, tetapi juga dapat disalurkan lebih sering.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa ada penambahan jumlah penerima, termasuk dari sisi kuantitas bantuan. Saat ini baru dua kali penyaluran, mudah-mudahan ke depan bisa lebih dari dua kali,” ujar dia. (yogo triastopo/gin) 


Editor : Inilahkoran