Polisi Telusuri Jejak Sri
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Kabar dugaan penyekapan Sri Nurhaida Pratiwi (35), warga Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat, di luar negeri membuat keluarganya diliputi kecemasan. Sejak berangkat untuk bekerja di Dubai pada September 2026, keberadaan Sri belum dapat dipastikan secara langsung oleh keluarga.
Kekhawatiran itu semakin besar setelah Sri mengirim pesan melalui WhatsApp pada 3 Oktober 2026. Dalam pesan tersebut, dia mengaku sedang disekap dan meminta keluarganya melaporkan kondisi yang dialaminya kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai atau pihak berwenang.
Kasus ini kemudian menjadi sorotan publik setelah informasi mengenai dugaan penyekapan tersebut viral di TikTok dan Facebook. Keluarga berharap perhatian publik dapat membantu menemukan keberadaan Sri sekaligus memastikan keselamatannya.
Kapolsek Cililin Iptu Isman Rusmandijanto mengatakan, pihaknya telah mendatangi keluarga Sri untuk menggali informasi dan menyusun kronologi keberangkatannya hingga muncul kabar dugaan penyekapan.
"Berdasarkan hasil pendataan Polsek Cililin, Sri Nurhaida Pratiwi berangkat pada 13 September 2026 pukul 17.30 WIB dengan alasan akan bekerja ke Dubai melalui sponsor bernama Hj. Yeti yang berdomisili di Ciranjang, Cianjur dan disalurkan melalui PT. Buana di Jakarta Timur," kata Isman dalam keterangannya, Rabu (14/10).
Menurut Isman, Sri berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada 14 September 2026 pukul 05.00 WIB dan tiba di Dubai pada 15 September 2026 pukul 14.20 WIB. Sekitar 15 hari pertama, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga di wilayah Abu Dhabi.
Namun, Sri disebut merasa tidak betah dan tidak cocok dengan tempat kerjanya. Ia kemudian meminta dipulangkan, tetapi permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak penyalur. Dalam kondisi itu, Sri akhirnya memutuskan melarikan diri dari rumah majikannya.
Saat melarikan diri, Sri diduga bertemu seorang perempuan warga negara Indonesia yang dikenal dengan panggilan "Bunda", yang disebut berasal dari Cianjur. Setelah itu, Sri dikabarkan bekerja pada seorang warga Bangladesh, meski lokasi tempat kerjanya belum diketahui secara pasti.
"Setelah itu, Sri kabarnya bekerja pada seorang warga Bangladesh namun lokasinya tidak diketahui pasti," ucap Isman.
Kabar yang disampaikan Sri melalui WhatsApp menjadi salah satu petunjuk penting bagi keluarga. Namun, komunikasi berikutnya justru menimbulkan tanda tanya. Setelah informasi mengenai dugaan penyekapan viral, keluarga menerima pesan suara yang diklaim berasal dari Sri.
Dalam pesan itu, Sri disebut menyampaikan dirinya dalam keadaan baik, sudah bekerja, dan meminta keluarga menghapus unggahan di media sosial.
"Tak lama setelah berita viral, keluarga menerima pesan suara yang diklaim berasal dari Sri, menyatakan dirinya dalam keadaan baik dan sudah bekerja, serta meminta keluarga menghapus postingan di media sosial," ujar Isman. (agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran
