Bantuan Rutilahu Melonjak Tajam
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Harapan warga Jawa Barat untuk memiliki hunian yang lebih layak mendapat dukungan lebih besar pada 2026.
Alokasi bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) meningkat hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dari 6.367 unit menjadi 49.299 unit.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, setiap unit rumah mendapat bantuan stimulan sebesar Rp20 juta. Penambahan kuota tersebut diharapkan memperluas jangkauan perbaikan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Herman, peningkatan alokasi ini tidak lepas dari sinergi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Warga Jabar yang istimewa, untuk program BSPS atau bahasa kita di daerah Rutilahu, posisi terakhir Jabar mendapatkan 49.299 unit, per unitnya Rp20 juta. Ini meningkat hampir delapan sampai sembilan kali lipat dari sebelumnya 6.367 unit,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (12/10).
Besarnya penambahan kuota juga terlihat di Kabupaten Subang. Pada 2026, daerah tersebut memperoleh alokasi 1.332 unit BSPS, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencakup 225 unit rumah.
Namun, penambahan jumlah bantuan bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian pemerintah. Pelaksanaan program di lapangan juga dituntut berlangsung transparan dan akuntabel agar bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
Herman mengatakan, penyaluran BSPS dilakukan melalui mekanisme terbuka yang disebut sebagai “tender rakyat”. Mekanisme tersebut diharapkan memberi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pelaksanaan bantuan.
“Saya kira ini sangat demokratis, transparan. Rp20 juta per unit dan itu dilaksanakan secara akuntabel. Kita ikuti proses tender rakyat. Program BSPS bukan sekadar soal menambah jumlah bantuan, tetapi memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan manfaat dari program perumahan tersebut,” ujarnya. (gin)
Editor : Inilahkoran
