Baros-Pasar Atas Jadi Prioritas

Baros-Pasar Atas  Jadi Prioritas
PENATAAN WILAYAH: Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menjelaskan soal penataan wilayah yang mencakup perbaikan trotoar hingga penampilan kota.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Cimahi – Wajah Kota Cimahi direncanakan berubah dalam beberapa tahun ke depan. Koridor mulai dari Gerbang Tol Baros hingga kawasan Pasar Atas menjadi sasaran penataan menyeluruh yang ditargetkan mulai terlaksana pada 2027.

Rencana mempercantik salah satu jalur penting kota itu sempat tertunda pada 2026. Namun, Pemerintah Kota Cimahi kini memastikan penataan tersebut masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah dan menjadi salah satu prioritas untuk tahun berikutnya.

Perubahan yang dirancang bukan sekadar mempercantik sudut kota. Perbaikan jalan, trotoar, hingga penampilan kawasan akan menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang perkotaan yang lebih tertata, nyaman, dan layak bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, penataan koridor Baros hingga Pasar Atas merupakan rencana yang telah lama disampaikan pemerintah daerah. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.

“Seperti yang pernah kami sampaikan dari dulu bahwa wajah Kota Cimahi bisa berubah minimal dari Exit Tol Baros sampai dengan Pasar Atas,” jelasnya, Rabu (21/10). 

Rencana tersebut semestinya mulai berjalan pada 2026. Namun, sejumlah pertimbangan membuat pelaksanaannya harus ditunda. Adhitia menegaskan, penataan itu kini ditargetkan masuk dalam agenda pembangunan 2027.

Meski harus menunggu, pemerintah berharap perubahan wajah kota nantinya dapat dirasakan langsung oleh warga. Infrastruktur yang tertata, menurut Adhitia, bukan hanya menghadirkan lingkungan yang lebih enak dipandang, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kenapa infrastruktur kota harus menjadi prioritas? Infrastruktur kota itulah yang bisa menciptakan keadilan sosial. Itu yang terasa oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Bagi pemerintah, pembangunan infrastruktur perkotaan menjadi salah satu cara menghadirkan manfaat pembangunan secara lebih merata. Jalan yang layak dan trotoar yang nyaman merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat dari berbagai latar belakang, bukan hanya kelompok tertentu.

Adhitia mencontohkan pembangunan Bundaran Jati yang telah diwujudkan pada 2025. Penataan tersebut mendapat apresiasi dari warga Cimahi maupun masyarakat dari luar kota yang melintasi kawasan itu.

“Bundaran Jati berhasil kita bangun di tahun 2025. Itu sangat diapresiasi oleh warga, baik warga Kota Cimahi maupun warga luar Kota Cimahi,” pungkasnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pijakan bagi pemerintah untuk melanjutkan pembenahan kawasan lain. Namun, penataan koridor Baros hingga Pasar Atas masih harus menunggu realisasi anggaran dan pelaksanaan program pada 2027. (agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran