Baru 12 SMP Negeri Rampungkan Revitalisasi, Disdik Kabupaten Cirebon Andalkan Bantuan
Hingga Oktober 2026, sebanyak 12 SMP negeri di Kabupaten Cirebon telah merampungkan revitalisasi. Disdik berharap bantuan pusat berlanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mempercepat perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Hingga Oktober 2026, baru 12 sekolah menengah pertama (SMP) negeri yang telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi melalui bantuan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan pihaknya sebelumnya mengajukan bantuan revitalisasi untuk 33 SMP negeri. Namun, dari jumlah tersebut, baru 13 sekolah yang memperoleh realisasi program.
Dari 13 sekolah itu, sebanyak 12 SMP negeri telah menyelesaikan pekerjaan revitalisasi tahap pertama, sedangkan satu sekolah lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Menurut Ronianto, keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pemerintah daerah belum mampu merehabilitasi seluruh bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan.
"Kami berharap program ini bisa mengurangi jumlah kerusakan yang ada di sekolah-sekolah Kabupaten Cirebon, karena kemampuan APBD kami belum memungkinkan untuk merehabilitasi seluruh sekolah," ujar Ronianto, Minggu, 18 Oktober 2026.
Selain jenjang SMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon juga mengusulkan bantuan revitalisasi untuk 77 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekitar 130 sekolah dasar (SD).
Pengajuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sarana pendidikan yang membutuhkan perbaikan sekaligus mengurangi ketergantungan pembiayaan rehabilitasi sekolah terhadap APBD.
Ronianto menjelaskan, hasil pekerjaan revitalisasi tahap pertama akan dilaporkan kepada kementerian terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program. Sementara itu, pengajuan bantuan tahap kedua masih dalam proses.
Di sisi lain, Bupati Cirebon, Imron, menilai perbaikan bangunan sekolah harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, fasilitas yang memadai tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung kualitas tenaga pendidik dan kesungguhan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
"Sebagus apa pun bangunan dan fasilitas sekolah, faktor utama keberhasilan pendidikan tetap berada pada kualitas guru, semangat belajar siswa, serta dukungan orang tua dan masyarakat," kata Imron.
Imron menegaskan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman. Namun, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari penyelesaian pembangunan fisik semata.
Dia meminta para guru dan tenaga kependidikan terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menciptakan suasana sekolah yang mampu mendorong kreativitas dan prestasi peserta didik.
Selain itu, Imron menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi melalui Program Indonesia Digital (PID) untuk menunjang proses belajar mengajar.
Menurutnya, digitalisasi pendidikan perlu diarahkan pada peningkatan kemampuan guru dan siswa dalam menggunakan teknologi secara positif, kreatif, dan produktif.
Imron juga mengingatkan seluruh warga sekolah agar menjaga fasilitas yang telah diperbaiki sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Cirebon turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan revitalisasi sekolah.
Pemerintah daerah berharap bantuan revitalisasi tahap berikutnya segera direalisasikan agar penanganan kerusakan bangunan sekolah dapat dilakukan secara bertahap dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di Kabupaten Cirebon.
“Semoga saja revitalisasi tahap berikutnya segera terealisasi. Ini akan membantu perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan. Mungkin akan dilakukan secara bertahap dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Cirebon,” pungkas Imron.***
Editor : JakaPermana
