Baru Dibuka 2 Jam, Pendaftaran untuk Saksikan Langsung Upacara HUT ke-80 RI di Istana Ditutup

Pendaftaran untuk menyaksikan langsung upacara hut ke-80 ri membludak.

Baru Dibuka 2 Jam, Pendaftaran untuk Saksikan Langsung Upacara HUT ke-80 RI di Istana Ditutup

INILAHKORAN - pendaftaran untuk menyaksikan langsung Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka resmi ditutup hanya dua jam setelah dibuka. Penutupan cepat ini terjadi karena jumlah peminat yang mendaftar melebihi kapasitas yang tersedia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Nasional Peringatan HUT ke-80 RI.

“Antusiasme masyarakat luar biasa tinggi. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi masyarakat, namun kami juga mohon maaf karena kuota sangat terbatas, sehingga pendaftaran harus kami tutup setelah dua jam dibuka,” ujar Prasetyo.

Pendaftaran online dilakukan melalui laman pandang.istanapresiden.go.id yang dibuka pada Senin (4/8), namun langsung ditutup karena kuota kursi yang tersedia langsung terpenuhi.

Menurut Prasetyo, total kursi yang disiapkan panitia sebanyak 16.000, terbagi menjadi dua sesi: 8.000 kursi untuk Upacara Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.00 WIB, dan 8.000 kursi untuk Upacara Penurunan Bendera pada pukul 17.00 WIB.

Dari total tersebut, sekitar 80 persen kursi dialokasikan khusus untuk masyarakat umum, sebagaimana arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden menginginkan agar masyarakat mendapat porsi lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini sebagai bentuk kedekatan negara dengan rakyat,” ucap Prasetyo.

Saat ini, panitia sedang melakukan proses verifikasi data pendaftar untuk memastikan mereka yang mendapatkan undangan memenuhi syarat yang ditentukan. Pengumuman hasil seleksi rencananya akan diumumkan malam ini atau paling lambat besok.

“Mohon masyarakat bersabar. Tim kami masih memproses verifikasi pendaftar, dan hasilnya nanti bisa dilihat langsung di situs Pandang Istana Presiden,” tambahnya.

Meski kuota terbatas, Prasetyo menyampaikan bahwa semangat masyarakat untuk turut serta dalam momen bersejarah tersebut sangat diapresiasi. Ia juga mendorong masyarakat yang tidak mendapatkan undangan untuk tetap merayakan kemerdekaan dengan semarak di wilayah masing-masing.


Editor : Firda Rachmawati