Baru Diketahui, Ternyata Mendiang Song Jae Rim Selama Ini Mendapat Pelecehan dari Sasaeng Fan Jepang
Sudah hampir setahun lebih aktor Song Jae Rim mendapat pelecehan dari sasaeng fan Jepang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Berita kematian Aktor Song Jae Rim telah menyebar dan menggemparkan industri hiburan Korea pada 12 November 2024.
Aktor Song Jae Rim yang berusia 39 tahun, ditemukan Meninggal dunia di rumahnya di Seongdong-gu sekitar pukul 12.30 siang, pada 12 November 2024.
Dilaporkan bahwa seorang teman yang telah mengatur makan siang dengannya mengunjungi kediamannya dan menemukan Song Jae Rim, yang menyebabkan penemuan tersebut.
Menurut polisi, sebuah catatan bunuh diri sepanjang dua halaman ditemukan di tempat kejadian perkara.
Nama akun media sosialnya diubah menjadi "Memulai Perjalanan Panjang," dan bagian komentar ditutup.
Rekan kerja dan teman-temannya kini berbagi kenangan tentangnya, yang memicu gelombang penghormatan atas berita tragis ini.
Sementara itu, rumor yang tidak berdasar tentang penyebab kematiannya menyebar di komunitas daring dan dari "cyber wreckers" (akun media sosial yang menimbulkan kontroversi), yang menyebabkan ketidaknyamanan publik.
Selain itu, laporan dengan cepat menyebar tentang bagaimana dia menderita pelecehan berkelanjutan dari seorang Sasaeng fan Jepang hingga sesaat sebelum kematiannya.
Sasaeng fan ini, menggunakan akun X (sebelumnya Twitter), kerap mengunggah foto-foto Song Jae Rim dan kenalan-kenalannya, disertai postingan-postingan kritis, dan secara aktif memposting sejak April tahun lalu hingga baru-baru ini.
Orang ini tidak hanya membagikan foto pribadi Song Jae Rim tetapi juga mengunggah pesan-pesan yang mengancam, yang juga melecehkan teman-temannya.
Setelah berita kematiannya tersebar luas, sasaeng fan ini menghapus akunnya. Posting-an spekulatif terkait masalah ini terus beredar, menambah kesedihan.
Netizen meluapkan kekesalan mereka dengan mengatakan, “Sasaeng fans bukanlah fans, mereka hanyalah penjahat,” “Sasaeng fans adalah roh jahat,” “Pelanggaran privasi dan ancaman tidak akan pernah bisa ditoleransi,” dan “Semoga mereka mendapatkan karma yang pantas mereka dapatkan.”***
Editor : Irma Nurfajri

