Belasan Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Desa Cikole Lembang Berikan Sindiran Monohok untuk Pemda

Persoalan jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tak kunjung diperbaiki kembali menuai protes warga. Kali ini dilakukan warga Kampung Pasir Ahad, Desa Cikole, Kecamatan Lembang.

Belasan Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Desa Cikole Lembang Berikan Sindiran Monohok untuk Pemda
Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah, warga Cikole memasang sejumlah kertas karton berisi sindiran kondisi jalan rusak di wilayahnya. (agus satianegara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tak kunjung diperbaiki kembali menuai protes warga. Kali ini dilakukan warga Kampung Pasir Ahad, Desa Cikole, Kecamatan Lembang.

Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah, warga Cikole memasang sejumlah kertas karton berisi sindiran kondisi jalan rusak di wilayahnya.

Dalam kertas karton tersebut, para warga Cikole meluapkan kekesalannya dengan menuliskan berbagai sindiran, seperti'Pajak Harus Jalan Tak Diurus. Sumbangan Perbaikan Jalan Bukan Dari Pemda atau Dinas, Dari Warga dan Pengusaha'.

Tak hanya itu mereka juga menuliskan 'Swadaya Masyarakat Kami Merasa Dikucilkan'. Ungkapan itu mereka tulis sebagai puncak keresahan mereka terhadap pemerintah yang belum juga memperbaiki jalan rusak selama bertahun-tahun.

Apalagi, dengan kondisi jalan yang rusak, rumah mereka sering terkena lontaran batu saat kendaraan melintas. Selain itu mereka menyindir melalui tulisan, aksi nyata langsung dilakukan warga dengan melakukan perbaikan jalan sepajang 400 meter secara swadaya dengan rabat beton dengan estimasi biaya sekitar Rp 100 juta.

"Berawal dari laporan warga, kami kemudian berembug bersama tokoh masyarakat dan akhirnya kita realisasikan perbaikan jalan," ucap Ketua RW 02 Desa Cikole Tantan kepada wartawan.

Tantan mengakui, pihaknya sudah pernah mengajukan perbaikan jalan kepada pihak desa namun tidak pernah direalisasikan. Justru perbaikan infrastruktur hanya dilaksanakan di wilayah sebelahnya.

"Untuk tenaga kerjanya semua dari warga, target beres kurang lebih selama 15 hari," katanya.

Tokoh masyarakat setempat, Asep Edi mengungkapkan, Jalan Pasir Ahad yang berstatus jalan kabupaten merupakan jalur yang menghubungkan beberapa desa di Lembang.

Menurutnya, tak sedikit juga para wisatawan yang memanfaatkan jalan ini agar memangkas waktu ke destinasi wisata seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Ciater Subang.

"Sejak tahun 2010, ketika masih dijabat kades terdahulu sudah diajukan tapi ke wilayah RW 02 tidak pernah jadi. Terus sama pejabat kades pengganti hanya diukur-ukur saja," katanya.


Editor : Doni Ramdhani