Bencana Longsor Kembali Terjadi di KBB, Jalan Penghubung Dua Desa di Gununghalu Tertimbun Material
Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tepatnya, di Kampung Muncanglega RT 002/RW 001 Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tepatnya, di Kampung Muncanglega RT 002/RW 001 Desa Sukasari, Kecamatan Gununghalu.
Bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis 25 April 2024 pagi itu mengancam sebuah rumah dan menimbun jalan penghubung Desa Sukasari dan Tamanjaya.
Kasi Trantibum Kecamatan Gununghalu, Adang mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil menjadi pemicu terjadinya longsor di Desa Sukasari.
"Betul telah terjadi bencana tanah longsor dikarenakan hujan deras dan kondisi tanah yang labil yang mengakibatkan satu rumah terancam dan jalan penghubung desa tertutup materia longsor," kata Adang saat dikonfirmasi, Kamis 25 April 2024.
Adang menyebut, luas cakupan longsor itu kurang lebih satu hektare, panjangnya sekitar 100 meter dan tinggi 120 meter.
"Tanah longsor menutup Jalan Perbatasan Cisuru Sukasari-Tamanjaya dengan membawa material tanah, batu, dan pohon dengan luas kurang lebih cakupan seluas satu hektare," sebutnya.
Saat ini, sambung Adang, akses jalan yang terdampak longsor tersebut belum dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
"Jalan tertutup total belum bisa dilalui karena membutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor," ujarnya.
Sementara itu, ungkap Adang, untuk satu rumah yang terancam longsor dihuni oleh dua kepala keluarga (KK) dengan jumlah 6 jiwa dan yang bersangkutan saat ini telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
"Satu rumah terancam tersebut dihuni oleh 2 KK karena dikhawatirkan longsor susulan yakni keluarga Bapak Ruhiyat (3 Jiwa) dan keluarga Pak Lili (3 Jiwa)," ungkapnya.
"Sementara korban terancam tanah longsor sudah mengungsi ke rumah kerabatnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujarnya.
Selain itu, lanjut Adang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan perangkat desa dan melaksanakan pendataan terkait dampak bencana longsor yang ditimbulkan.
"Kita juga memberikan imbauan dan memberi arahan kepada warga masyarakat agar senantiasa waspada akan adanya kejadian bencana tanah longsor susulan," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
