Berada di Tepi Jalan Ramai, Plang Papan Nama Gedung DPRD Kabupaten Bandung Dibiarkan Rusak Tak Terawat

Keberadaan plang nama kantor DPRD Kabupaten Bandung dibiarkan tak terawat. Coretan vandalisme di dinding papan nama atau plang terlihat merusak pandangan. 

Berada di Tepi Jalan Ramai, Plang Papan Nama Gedung DPRD Kabupaten Bandung Dibiarkan Rusak Tak Terawat
Selain coretan cat semprot hitam, di plang nama itu huruf A pada tulisan timbul DPRD Kabupaten Bandung dinding tersebut nampak telah tanggal dari tempatnya. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Keberadaan plang nama kantor DPRD Kabupaten Bandung dibiarkan tak terawat. Coretan vandalisme di dinding papan nama atau plang terlihat merusak pandangan. 

Selain coretan cat semprot hitam, di plang nama itu huruf A pada tulisan timbul DPRD Kabupaten Bandung dinding tersebut nampak telah tanggal dari tempatnya. 

Tak hanya itu, di sekitar plang papan nama DPRD Kabupaten Bandung yang menghadap ke perempatan Jalan Raya Soreang itu nampak tak terawat. Bahkan sehari-harinya, pelataran di depan plang papan nama itu dijadikan pangkalan ojek online.

"Sangat disayangkan ya, padahal ini di tengah pusat ibu kota Kabupaten Bandung di tepi jalan ramai yang menjadi pusat perlintasan. Tapi plang papan nama sebuhan gedung tempat para wakil rakyat yang terhormat saja tidak terawat dan dijadikan pangkalan ojek. Apa pihak pengelola tidak punya uang untuk perbaikan dan perawatannya yah," kata Yusuf Aulia (40) salah seorang pengguna jalan yang melintas di Soreang, Jumat 19 Desember 2025.

Seharusnya, kata Yusuf, Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung melakukan perawatan dan menjaga aset pemerintah. Kerusakan dan coretan vandalisme di dinding papan nama yang dibiarkan hampir sepanjang tahun 2025 itu, menandakan tidak adanya kepedulian atau rasa memiliki dari mereka yang sehari-hari berkantor ditempat itu.

"Itu kan tempatnya sangat jelas di depan pinggir jalan raya, setiap hari juga pasti kelewatan sama mereka yang ngantor di sana. Tapi kok enggak ada yang peduli ya, baik pegawai sekretariatnya ataupun para anggota dewannya, ini sangat memalukan," ujarnya. 

Yusuf melanjutkan, keberadaan para pengemudi ojek online yang sehari-hari mangkal ditempat itu serta sering juga dijadikan tempat duduk-duduk oleh gelandangan, pengemus dan ODGJ cukup menggelitik. 
Mereka seolah tengah memperlihatkan gambaran kehidupan warga Kabupaten Bandung yang terpaksa harus bekerja apa saja yang penting halal demi menjaga dapur agar tetap ngebul.

"Pas banget gitu ya, mereka mangkal di depan plang papan nama sebuah gedung yang katanya tempat memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Ini sangat kontras dengan kenyataan hidup sehari-hari," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani