Berantakan di Piala Presiden, Kok Persib Pakai Jersey Ini Lagi di ACL Two?
Persib Bandung resmi perkenalkan jersey untuk menghadapi AFC Champions League (ACL) Two 2024/2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Persib Bandung resmi perkenalkan jersey untuk menghadapi AFC Champions League (ACL) Two 2024/2025.
Jersey ACL Two ini ternyata jersey yang pernah digunakan Persib Bandung saat tampil di Piala Presiden 2024 lalu. Baik itu jersey home, away, maupun kiper.
Pada penampilan di Piala Presiden 2024 itu, Persib mengalami kegagalan. Mereka bahkan sudah rontok di penyisihan grup akibat dua kekalahan, dari Borneo FC dan Persis Solo.
Commercial Director PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Sandy Tantra mengatakan bahwa jersey ini sebenarnya bukan hanya diperuntukan untuk Piala Presiden 2024 saja. Sebaliknya untuk menghadapi ACL Two 2024/2025.
“Sengaja kami luncurkan di awal musim, sebagai sneak peak agar semangat biru itu sudah berkobar sebelum kita berangkat ke Asia,” kata Sandy Tantra di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa, 27 Agustus 2024.
Namun yang membedakan pada jersey ini hanya pada bagian sponsor. Jersey Persib ACL Two 2024/2025 ini hanya menempatkan satu sponsor yang terpampang di bagian depan.
“Iya memang peraturan untuk AFC hanya boleh satu ya, single sponsor,” sambungnya.
Desain jersey tersebut mencerminkan semangat dan identitas kuat dari klub dan para pendukungnya, yang dikenal sebagai Bobotoh, dalam setiap pertandingan.
Jersey ini menampilkan corak api abadi yang mengilustrasikan "Bandung Lautan Api", dimana menggambarkan antusiasme dan kegembiraan seluruh Bobotoh, pada saat Persib meraih gelar juara.
Desain juga mencakup satu garis gelap pada bagian kerah yang barwarna emas, sebagai simbol semangat untuk terus berusaha menjadi yang terbaik.
Warna emas yang terdapat pada detail jersey pramusim tersebut juga melambangkan keberhasilan Persib yang menjadi juara pada kompetisi Liga 1 musim 2023/2024 lalu, yang merupakan prestasi gemilang klub dalam sejarah sepak bola Indonesia. (*)
Editor : Zulfirman

