Bojan Hodak Akui Kualitas Wasit di Liga Indonesia Sudah Jauh Lebih Baik

Bojan Hodak mengaku sangat merasakan perbaikan dari kualitas wasit di Liga Indonesia dibandingkan ketika pertama kali menangani PSM Makassar pada musim 2020 silam.

Bojan Hodak Akui Kualitas Wasit di Liga Indonesia Sudah Jauh Lebih Baik
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak

INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak akui kualitas wasit di Liga Indonesia mengalami perkembangan yang positif. Setidaknya sudah jauh lebih baik.

Bojan Hodak mengaku sangat merasakan perbaikan dari kualitas wasit di Liga Indonesia dibandingkan ketika pertama kali menangani PSM Makassar pada musim 2020 silam.

“Saya rasa dari saat saya melatih PSM, Liga (Indonesia) banyak mengalami perkembangan, bahkan kualitas dari wasit juga sudah jauh lebih baik ketimbang 2020, di 2020 saya ingat banyak keputusan yang kurang tepat,” ungkap Bojan Hodak.

Namun kini, lanjutnya, wasit Liga Indonesia sudah menjadi lebih baik. Sehingga ini berpengaruh kepada kualitas dari sepak bola itu sendiri.

“Secara keseluruhan liga, termasuk organisasinya mengalami perbaikan dan Liga sudah makin baik,” tegasnya. 

Benar saja, selama 27 pertandingan yang telah dilalui Persib di Liga 1 2023/2024, Bojan Hodak tak pernah menyoroti kinerja wasit di lapangan. Pelatih asal Kroasia ini hanya malah menyinggung kinerja Komisi Disiplin PSSI.

Menurutnya, Komisi Disiplin PSSI tidak bersikap profesional setelah menukar larangan bermain kepada pemainnya jelang kick off menghadapi PSIS Semarang, 27 Februari 2024 lalu.

Komdis PSSI tiba-tiba melarang Nick Kuipers bermain dan memperbolehkan Alberto Rodriguez bermain meski di laga sebelumnya mendapatkan kartu merah. 

“Saya mau mengatakan bahwa ada hal sangat lucu terjadi, dalam 30 tahun karir saya di sepak bola profesional, saya belum pernah merasakan situasi, di hari pertandingan, Komdis federasi mengirimkan surat bahwa ada satu pemain bisa bermain dan ada pemain lainnya tidak bisa bermain,” kata Bojan Hodak saat itu.

Bojan Hodak merasa Komisi Disiplin PSSI bekerja tidak profesional. Apalagi pengumuman dikeluarkan sesaat jelang pertandingan berlangsung.

“Jadi ini tentunya hal yang perlu diubah karena mungkin orang-orang tidak mengerti apa yang berpengaruh dari keputusan ini. Kami berlatih untuk pertandingan dan ini bukan playstation yang bisa dengan mudah mengeluarkan pemain dan memasukan pemain lainnya, ini tidak bisa terjadi di kehidupan nyata,” kesalnya.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti