Bojan Hodak Buka Suara soal Kartu Merah Mateo Kocijan, Apa Katanya?

Pelatih Bojan Hodak buka suara soal kartu merah Mateo Kocijan dalam duel PSIS Semarang vs Persib Bandung. Apa katanya?

Bojan Hodak Buka Suara soal Kartu Merah Mateo Kocijan, Apa Katanya?
Bojan Hodak menyayangkan kartu merah yang didapat Mateo Kocijan dalam duel PSIS Semarang vs Persib Bandung.

INILAHKORAN, Bandung – Pelatih Bojan Hodak buka suara soal kartu merah Mateo Kocijan dalam duel PSIS Semarang vs Persib Bandung. Apa katanya?

Bojan Hodak menyayangkan terusirnya Mateo Kocijan pada laga PSIS Semarang vs Persib Bandung itu. Lebih dari 45 menit, Persib harus bertarung dengan 10 pemain.

Bojan Hodak sejatinya sudah cukup senang dengan penampilan lini gelandangnya di babak pertama. Sayangnya, Mateo Kocijan kemudian mendapat dua kartu kuning berujung merah di pertandingan PSIS Semarang vs Persib Bandung itu.

“Dia tidak berhati-hati setelah mendapat kartu kuning pertama. Setelah itu, dia sedikit terlihat gugup. Saya tidak tahu kenapa,” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, lini pertahanan Persib cukup baik. Sehingga PSIS tidak bisa mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.

“Meski kami bermain dengan 10 pemain, mereka tidak bisa masuk ke wilayah kotak penalti dan mulai melepas umpan panjang. Kami normalnya bisa memenangi itu (duel udara). Yang terpenting adalah tiga poin dan kami meningkatkan jarak dengan Dewa menjadi sembilan poin,” tegasnya.

Dalam pertandingan kali ini, pelatih Bojan Hodak terpaksa merombak pemainnya. Badai cedera terus menghantui Persib, membuat Maung Bandung tampil dengan formasi yang baru.

Cederanya Edo Febriansyah, Marck Klok, dan Tyronne del Pino, membuat Hodak memainkan Zalnando, Robi Darwis, dan Gervane Kastaneer sejak awal. Hodak juga menyimpan David da Silva yang baru pulih dari cedera di bangku cadangan dan baru memainkannya di 25 menit terakhir.

Mengawali pertandingan dengan berhati-hati, Persib dikejutkan tendangan kaki kiri Gali Freitas dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang sebelah kanan pada menit kedua. Dua menit berselang, tendangan kaki kiri Freitas kembali membentur gawang PERSIB, kali ini sebelah kiri.

Di tengah tekanan, Persib terus mencoba memperlambat tempo permainan. Dua crossing Beckham Putra Nugraha dan Robi Darwis menjadi awal tekanan Persib ke pertahanan PSIS setelah melewati menit ke-10.

Persib akhirnya bisa mengambil alih permainan. Namun, pada menit 27, Maung Bandung nyaris kehilangan Matteo Kocijan setelah wasit melakukan pemeriksaan VAR atas pelanggaran yang dilakukannya kepada pemain PSIS berpotensi kartu merah. Beruntung, wasit memutuskan mengganjarnya dengan kartu kuning.

Delapan menit kemudian, Persib akhirnya bisa membuka keunggulan melalui tandukan Kuipers yang membobol gawang Syahrul Trisna Fadillah memanfaatkan skema sepak pojok Zalnando.

Setelah unggul 1-0, Kocijan melakukan kesalahan dengan melakukan pelanggaran terhadap pemain PSIS. Kali ini, kartu kuning kedua yang berarti kartu merah harus diterimanya pada menit ke-41.

Bermain dengan 10 pemain, Persib berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 hingga babak pertama berakhir. Tendangan Alfeandra Dewangga di ujung babak pertama pun cuma membentur mistar gawang.

Di babak kedua, Persib yang minus seorang pemain, berada di bawah tekanan. Pada menit ke-49, Riyan Ardiansyah memberikan ancaman pertama buat Persib. Dua menit berselang, tangkapan Kevin Mendoza lepas dan mengancam gawangnya.

Persib terus tertekan. Pada menit 63, Hodak memasukan David da Silva, Ryan Kurnia dan Henhen Herdiana menggantikan Kastaneer, Beckham dan Ciro Alves.

Perubahan strategi yang lebih cenderung bertahan untuk mempertahankan keunggulan pun dilakukan Hodak.

Strategi bertahan cukup berhasil meredam gempuran PSIS yang bergelombang. Bahkan, pada menit ke-72, Persib nyaris menambah keunggulan andai saja tendangan Ryan Kurnia tak diblok pemain belakang PSIS.

Sembilan menit menjelang bubaran, PSIS mendapatkan peluang melalui tandukan Tri Setiawan. Namun, upayanya belum membuahkan gol.

Di injury time, Evandro Brandao nyaris membobol gawang Persib. Beruntung, Mendoza bisa melakukan penyelamatan krusial. (*)


Editor : Zulfirman