Botram Syukur di Jalan Penuh Harapan

WARGA Lebakmuncang, Ciwidey, bersyukur jalan perbatasan kini mulus. Akses baru ini diharapkan memperlancar distribusi hasil bumi.

Botram Syukur di Jalan Penuh Harapan
GELAR SYUKURAN: Warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung menggelar syukuran dengan berdoa dan makan bersama di pinggir perkebunan.(INILAH/DANI R NUGRAHA)

Hamparan kebun teh dan deretan pohon pinus menjadi saksi kebahagiaan warga Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Di tepi jalan yang kini mulus, mereka berkumpul, berdoa, lalu makan bersama sebagai ungkapan syukur atas perubahan akses yang selama ini dinantikan.

Ruas jalan perbatasan yang menghubungkan Kecamatan Ciwidey dengan Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini jauh berbeda. Jalan yang sebelumnya rusak parah, dipenuhi bebatuan dan lubang, telah berubah menjadi jalan beton yang lebar dan nyaman dilalui.

Bagi warga, perubahan itu bukan sekadar perbaikan infrastruktur. Jalan yang lebih baik diharapkan memudahkan mobilitas sehari-hari, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

Nurjanah (46), salah seorang warga, menyampaikan rasa syukur saat bertemu Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam kegiatan botram atau makan bersama di Desa Lebakmuncang, Kamis (15/10).

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Bandung. Jalan kami yang dulu rusak parah kini sudah mulus. Terima kasih kepada Pak Presiden juga yang telah mengabulkan usulan Pak Bupati,” kata Nurjanah sambil menyalami Dadang.

Pembangunan jalan tersebut berawal dari usulan Dadang kepada Presiden Prabowo Subianto pada 2025. Usulan itu kemudian disetujui dan direalisasikan melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dengan program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Kepala BBPJN Kementerian PUPR Ibnu Kurniawan mengatakan, pembangunan ruas jalan sepanjang 2,485 kilometer itu merupakan tindak lanjut atas usulan Bupati Bandung kepada Menteri PUPR.

“Terus terang, jalan sepanjang 2,485 kilometer ini dibangun berdasarkan instruksi langsung Bapak Presiden atas usulan Bapak Bupati Bandung kepada Menteri PUPR. Ini tentu karena Pak Bupati KDS sangat peduli terhadap masyarakatnya,” kata Ibnu.

Jalan dengan konstruksi beton kaku atau rigid pavement tersebut memiliki lebar sekitar delapan meter. Pengerjaannya menggunakan skema pembiayaan multiyears sejak Desember 2025 hingga 2026, dengan total anggaran Rp15,24 miliar. (dani r nugraha/gin)


Editor : Inilahkoran