Bukan Fogging, Dinkes KBB Sebut Metode ini Efektif Berantas Nyamuk Aedes Aegypti
Kembali mencuatnya ratusan kasus DBD di KBB menjadi kekhawatiran masyarakat. Guna mengantisipasi penyebarannya, sejumlah upaya pun dilakukan agar penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes aegypti tidak meminta korban jiwa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kembali mencuatnya ratusan kasus DBD di KBB menjadi kekhawatiran masyarakat. Guna mengantisipasi penyebarannya, sejumlah upaya pun dilakukan agar penyakit yang berasal dari nyamuk Aedes aegypti tidak meminta korban jiwa.
Pemberantasan nyamuk Aedes aegypti itu dilakukan berbagai cara. Diantaranya dengan menerapkan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Serta fogging atau metode pengasapan yang kerap dilakukan masyarakat.
Kendati demikian, terkait dengan langkah pengasapan atau fogging ini dinilai bukan metode yang efektif untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti dan mencegah penyebaran DBD.
Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Tedy Sulaksana menjelaskan fogging merupakan sebuah teknik yang dipakai hanya untuk membunuh serangga, khususnya nyamuk dewasa.
“Namun, ditekankan melalui PSN dulu, lalu melakukan fogging karena metode pengasapan ini sifatnya pengendalian bukan mencegah," jelasnya saat dihubungi, Minggu 16 Juli 2023.
"Setelah itu, masyarakat juga harus menerapkan prinsip 3M plus," sambungnya.
Tedy menuturkan, setelah menghisap darah, nyamuk Aedes aegypti betina akan bertelur. Oleh karena itu, langkah efektif yang harus dilakukan dengan cara memberantas sarang nyamuk lebih dulu.
“Fogging tidak sampai mematikan telur-telur nyamuk yang dihasilkan dari nyamuk dewasa," tuturnya.
Lebih jauh Tedy menerangkan, program PSN dan 3M merupakan langkah yang efektif untuk mencegah DBD agar tidak menyebar luas di kalangan masyarakat.
"Program PSN dan pola 3M dapat menutup celah agar nyamuk tidak berkembang biak menyebarkan penyakit pada masyarakat khususnya anak-anak," terangnya.
Selain dinilai efektif untuk membasmi nyamuk, sambung Tedy, PSN juga dinilai lebih murah dan lebih mudah dilakukan masyarakat.
“Murah dan mudah PSN, tinggal masyarakat melakukan gerakan 3M plus. Itu perlu dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus DBD,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2023 teradapat 304 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Berdasarkan laporan yang diterima Dinkes KBB, dari total jumlah tersebut, dua orang warga Bandung Barat dari dua kecamatan dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

