Serangan Nyamuk di Rancapanggung Terus Terjadi, Upaya Fogging Hanya Sementara

Serbuan nyamyuk di Desa Rancapanggung masih tak tertahankan meskipun sudah beberapa kali dilakukan fogging

Serangan Nyamuk di Rancapanggung Terus Terjadi, Upaya Fogging Hanya Sementara
Petugas tengah melakukan fogging di salah satu wilayah di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB belum lama ini. Serbuan nyamuk terus menghantui warga Rancapanggung, meskipun penyemprotan sudah sering dilakukan. Foto istimewa

INILAHKORAN.ID – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB, untuk memberantas nyamuk. Namun, hasilnya serbuan nyamuk yang bersarang di eceng gondok tetap terjadi. 

Penyemprotan asap atau fogging sebanyak puluhan kali sudah dilakukan selama dua bulan terakhir, populasi nyamuk hanya berkurang sementara dan muncul kembali dalam waktu singkat. 

Kadus 3 Desa Rancapanggung, Nova Irawan menyebut, akar permasalahannya bukan hanya pada pengendalian nyamuk, melainkan meluasnya pertumbuhan eceng gondok di perairan Waduk Saguling yang menjadi sarang utama nyamuk.

Menurutnya, kerja sama telah terjalin antara pihak desa, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta Indonesia Power selaku pengelola wilayah waduk. 

Bahkan, bantuan peralatan dan pelaksanaan fogging telah diberikan ke lima wilayah RW, yakni RW 4, 5, 8, 9, dan 10. 

"Tapi dampaknya hanya bertahan sekitar tiga hingga lima hari," kata Nova saat ditemui di lokasi, Kamis (18/6/2026).

Setelah itu, sambung Nova, nyamuk kembali berdatangan dalam jumlah banyak, terutama saat sore hingga malam hari, dengan puncak kepadatan terjadi antara pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. 

“Kalau eceng gondoknya masih dibiarkan meluas, fogging saja tidak akan menyelesaikan masalah secara tuntas,” imbuhnya.

Hingga saat ini, ungkap Nova, dari total 13 RW yang ada di Desa Rancapanggung, baru separuh wilayah yang mendapat penanganan langsung. 

Ia menyebut, pihak desa merencanakan melanjutkan fogging ke seluruh wilayah sesuai instruksi kepala desa, termasuk di RW 13 yang sudah tercatat memiliki laporan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). 

"Masyarakat juga sudah berupaya mengurangi nyamuk secara mandiri, misalnya dengan membakar cangkang telur di sekitar rumah, namun hasilnya terbatas karena tidak mengatasi sumber perkembangbiakan nyamuk yang berada di area perairan yang luas," ucapnya.


Editor : Ahmad Sayuti