Ini Alasan Kenapa Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk Dibanding Orang Lain

Banyak orang sering bercanda bahwa mereka yang sering digigit nyamuk pasti punya "darah manis". Kiasan ini ternyata tidak sepenuhnya salah. 

Ini Alasan Kenapa Kamu Lebih Sering Digigit Nyamuk Dibanding Orang Lain
Katherine Wang menuturkan, tubuh manusia memang memancarkan berbagai penanda biologis—mulai dari napas hingga aroma tubuh—yang menentukan seberapa

INILAHKORAN.ID - Banyak orang sering bercanda bahwa mereka yang sering digigit nyamuk pasti punya "darah manis". Kiasan ini ternyata tidak sepenuhnya salah. 

Katherine Wang menuturkan, tubuh manusia memang memancarkan berbagai penanda biologis—mulai dari napas hingga aroma tubuh—yang menentukan seberapa "menggiurkan" kita bagi nyamuk. Bagi sebagian orang, sinyal-sinyal biologis tersebut memang memancar sangat kuat.

Berikut tiga faktor utama yang membuat nyamuk begitu mudah melacak dan memilih mangsanya seperti dikutip dari artikel https://www.bbc.com/future/article/20260708-why-do-mosquitoes-bite-some-people-more-than-others.

1. Karbon Dioksida Adalah Sinyal Utama Keberadaan Mangsa

Langkah pertama nyamuk dalam melacak target adalah merespons karbon dioksida. Perlu diketahui, hanya nyamuk betina yang menggigit manusia karena mereka membutuhkan protein dalam darah untuk perkembangan telur-telurnya.

nyamuk memanfaatkan indra penglihatan dan penciuman untuk mengidentifikasi sasaran dari jarak sekitar 10 meter. Semburan karbon dioksida yang diembuskan melalui napas dan pori-pori kulit secara otomatis memicu perilaku berburu pada organ penciuman nyamuk.

Karena memproduksi karbon dioksida lebih banyak, orang dewasa umumnya lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan anak-anak. Menariknya, nyamuk tidak membedakan asal sumber gas ini.

2. Suhu Tubuh dan Keringat Menambah Daya Tarik

Selain gas emisi tubuh, nyamuk sangat tertarik pada suhu panas dan kelembapan. Kehadiran karbon dioksida makin memperkuat daya tarik suhu hangat ini.

Kondisi inilah yang membuat wanita hamil dua kali lipat lebih rentan digigit nyamuk ketimbang yang tidak hamil. Kehamilan meningkatkan metabolisme dan volume pernapasan, yang berujung pada pelepasan suhu panas serta karbon dioksida lebih tinggi.

Hal serupa berlaku bagi mereka yang baru saja berolahraga atau beraktivitas fisik berat. Peningkatan metabolisme membuat tubuh terasa lebih hangat, berkeringat, dan memproduksi karbon dioksida lebih banyak. Individu berpostur tubuh besar juga cenderung menarik lebih banyak nyamuk karena alasan yang sama.

3. Aroma Kulit: Penentu Utama "Menu Favorit" nyamuk

Ketika nyamuk berada pada jarak dekat (kurang dari 10 meter), aroma kulit menjadi penentu akhir siapa yang akan dihinggapi. Profesor entomologi kesehatan masyarakat dari Durham University, Steve Lindsay, menegaskan bahwa senyawa kimia volatil pada kulitlah yang membedakan nasib tiap orang.

Mitos soal "darah manis" pun terbantahkan. Daya tarik utama nyamuk sebenarnya bersumber dari mikrobioma kulit. Bakteri di kulit memecah karbohidrat, asam lemak, dan peptida menjadi senyawa organik volatil (volatile organic compounds/VOC) yang mudah menguap ke udara. Dari sekitar 500 jenis VOC di kulit manusia, nyamuk bisa membedakannya dengan sangat akurat.

Kandungan asam karboksilat, amonia, dan asam laktat pada kulit terbukti menjadi magnet kuat.

Penelitian pada anak kembar juga mendapati bahwa kembar identik memiliki tingkat daya tarik nyamuk yang sama persis, sedangkan kembar fraternal (tidak identik) berbeda. Ini mengindikasikan bahwa profil aroma tubuh yang disukai nyamuk turut dipengaruhi oleh faktor genetik.

Lalu, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Gunakan Repellent Teruji

Pilih losion atau semprotan anti-nyamuk dengan bahan aktif terbukti seperti DEET, picaridin, atau PMD. Bahan-bahan ini efektif mengganggu indra penciuman nyamuk sehingga mereka tidak mau mendekati kulit Anda.

Gunakan Pakaian Tertutup

Kenakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk meminimalkan area kulit yang terbuka. Menambahkan lapisan insektisida khusus pada pakaian akan memberikan perlindungan ekstra dari tembusan gigitan nyamuk.

Oleskan Secara Berkala

Efektivitas bahan aktif akan memudar seiring waktu dan luntur oleh keringat. Oleskan atau semprotkan kembali anti-nyamuk secara rutin agar perlindungan tetap maksimal selama beraktivitas.


Editor : Doni Ramdhani