Wabah Nyamuk Meluas di Rancapanggung, Palawi Risorsis Berikan Bantuan Alat Fogging
Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, KBB kini tengah menghadapi wabah nyamuk yang dinilai belum pernah terjadi dalam sejarah desa tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini tengah menghadapi wabah nyamuk yang dinilai belum pernah terjadi dalam sejarah desa tersebut.
Selama lima hingga enam bulan terakhir, serangan nyamuk semakin meluas hingga menyentuh lima wilayah Rukun Warga (RW), dengan titik terparah berada di RW 8, 9, dan 10 yang berdekatan dengan bantaran Waduk Saguling.
Lebih dari 2.000 Kepala Keluarga (KK) terdampak, mulai dari gatal-gatal hebat hingga demam, sementara tujuh warga di RW 13 juga tercatat dirawat akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam dua bulan terakhir.
Untuk menekan laju penyebaran, PT Palawi Risorsis bekerja sama dengan Forum Peduli Lingkungan dan Hutan (FPLH) memberikan bantuan dua unit mesin fogging yang mampu menjangkau area hingga 20 hektar.
"Bantuan ini menjadi solusi yang sangat dibutuhkan mengingat peralatan yang dimiliki pemerintah desa sebelumnya terbatas kapasitasnya, boros biaya operasional, dan tidak cukup efektif meliputi wilayah yang luas," kata Senior Analis Pengelolaan Destinasi PT Palawi Risorsis Sunti Rusminiati saat ditemui, Kamis (18/6/2026).
Sunti menjelaskan, dukungan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan untuk mendukung kesehatan masyarakat di wilayah sekitar hutan dan perairan.
Tak cuma itu, Sunti menyebutkan, pihaknya bakal membahas rencana penanganan jangka panjang bersama pimpinan perusahaan, termasuk kemungkinan mengembangkan gerakan sosial bersama.
"Hal itu dilakukan untuk mengatasi sumber permasalahan secara menyeluruh, bukan hanya dampaknya," sebutnya.
Sekretaris Desa Rancapanggung, Yedi Setiadi menegaskan, perkembangbiakan nyamuk dipicu oleh melimpahnya eceng gondok di perairan Saguling yang menjadi sarang ideal, terutama saat musim panas.
"Upaya pembersihan terhalang keterbatasan alat berat dan biaya, sementara gerakan swadaya masyarakat masih berjalan terbatas," kata Yedi.
Di tempat yang sama, Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat Thio Setiowekti mendesak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di di wilayah, khususnya di Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memberikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membantu warga Desa Rancapanggung yang terdampak serangan nyamuk.
"Seharusnya BUMN lain turut berkontribusi memberikan TJSL-nya secepatnya. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa akibat kondisi ini," tegas Thio.
Sebab, lanjut Thio, kondisi ini menjadi tanggung jawab bersama agar segera bisa memberikan solusi terbaik terhadap kondisi yang dialami warga Desa Rancapanggung saat ini.
"Kita tidak bisa menyelesaikan persoalan ini sendiri-sendiri, tapi harus berkolaborasi untuk memberikan jalan keluar terbaik bagi masyarakat," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


