65 Kasus Influenza A Terdeteksi di Bandung, Dinkes Minta Warga Tak Panik
Dinkes Jabar mencatat 65 kasus positif Influenza A di Kota Bandung berdasarkan hasil swab. Warga diminta tidak panik dan tetap waspada.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat sedikitnya 65 kasus positif Influenza A di Kota Bandung berdasarkan hasil pemeriksaan usap atau swab.
Meski memiliki tingkat penularan yang relatif mudah, masyarakat diminta tidak panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak serta warga yang memiliki penyakit penyerta.
Kepala Dinkes Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, Influenza A merupakan infeksi yang disebabkan virus dan berbeda dengan flu biasa. Jenis Influenza A yang banyak dikenal sebelumnya antara lain H1N1.
"Influenza tipe A itu sebetulnya penyakit biasa, ya. Penyebabnya virus, sembuh sendiri. Nah, tapi memang perbedaannya dengan flu ya. Dengan flu itu beda. Kalau flu itu dia dari golongan virus yang berbeda dengan influenza tipe A ini. Influenza tipe A yang sekarang banyak beredar itu adalah lebih dikenal dulu flu babi ya, H1N1," kata Vini di Dinkes Jabar, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).
Menurut Vini, Influenza A memiliki tingkat penularan yang tinggi. Gejala yang muncul juga dapat terasa lebih berat dibandingkan flu biasa, seperti demam tinggi, sakit kepala, pegal-pegal hingga tubuh lemas.
"Apa keunikannya? Satu, mudah menular. Yang kedua, gejalanya lebih berat dari flu: ada sakit kepala, panas badan tinggi, pegel-pegel, lemas, gitu ya," ujarnya.
Meski demikian, Vini meminta masyarakat tidak resah. Ia mengatakan masyarakat dapat memantau kondisi tubuh selama beberapa hari pertama.
"Jadi dalam hal ini untuk masyarakat tidak usah resah, ya. Kalau misalnya kita kan hari pertama mungkin agak bingung ini flu atau influenza. Nah, patokannya 3 hari saja," katanya.
Jika dalam tiga hari kondisi tidak membaik, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, terutama apabila masih mengalami demam tinggi, sakit kepala, batuk, pilek atau sesak napas.
"Ketika misalnya tetap masih sakit kepala, masih panas tinggi, atau tadi timbul batuk pilek, atau sesak misalnya, cepat kunjungi fasilitas pelayanan kesehatan, ya," tutur Vini.
65 Kasus Positif di Kota Bandung
Dinkes Jabar mencatat 65 kasus positif Influenza A yang telah menjalani pemeriksaan swab di Kota Bandung.
Namun, Vini menegaskan angka tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus Influenza A di lapangan. Pasalnya, tidak seluruh warga yang mengalami gejala bersedia menjalani pemeriksaan swab.
"Jadi yang sudah masuk ke kami itu sementara di daftar itu sekitar 65 kasus, yang diperiksa usapnya, ya. Kan orang malas, ya? Diambil usapnya udah enggak mau, 'Ah, yang penting mah sembuh aja, minta obat aja,' kebanyakan seperti itu. Jadi memang kalau secara yang diperiksa, itu masuk ke kami ada 65 kasus di Kota Bandung ini," ungkapnya.
Ketika dikonfirmasi apakah 65 kasus tersebut merupakan kasus positif, Vini membenarkannya.
"Positif. Yang sudah diperiksa," tegas Vini.
Pemeriksaan untuk mengetahui karakteristik atau genom virus melalui Whole Genome Sequencing (WGS) juga belum dapat dilakukan secara merata di seluruh daerah. Pemeriksaan tersebut masih dilakukan di fasilitas laboratorium tertentu, termasuk Labkes Provinsi Jawa Barat.
Sebelumnya, Dinkes Jabar juga menyebut pemeriksaan khusus Influenza A membutuhkan biaya sehingga tidak semua pasien dengan gejala menjalani swab.
Belum Ada Laporan Kematian
Di tengah temuan kasus Influenza A tersebut, Dinkes Jabar hingga kini belum menerima laporan kematian akibat penyakit tersebut di Kota Bandung.
"Kalau di Bandung sih tidak dilaporkan ya. Belum ada yang melaporkan. Jangan ada lah," kata Vini.
Vini mengatakan peningkatan perawatan di rumah sakit memang terpantau di Kota Bandung. Namun, berdasarkan komunikasi dengan Dinkes Kota Bandung, sebagian pasien meminta dirawat di rumah sakit atas keinginan sendiri.
Untuk menekan penyebaran Influenza A, Vini meminta masyarakat kembali menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penggunaan masker ketika berada di tengah kerumunan dan mencuci tangan menjadi salah satu langkah yang dianjurkan.
"Jadi dalam hal ini untuk masyarakat tidak usah resah. Yang kedua, jalan satu-satunya yang terbaik itu adalah ketika kita memutuskan rantai penularan seperti Covid dulu. Jadi PHBS, pakai masker, jaga jarak ya. Ketika berkerumun pakai masker," ujarnya.
Warga yang mengalami gejala juga dianjurkan beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi dan membatasi kontak dengan anggota keluarga untuk mengurangi risiko penularan.
Masker juga disarankan tetap digunakan ketika berada di rumah apabila sedang mengalami gejala.
"Jadi memang influenza tipe A ini hanya lebih gampang menular saja dibanding flu biasa," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

