Di Tengah Konflik dengan WHO, Argentina Harus Hadapi Lonjakan Wabah Hantavirus

Negara Argentina kini harus mengjadapi lonjakan wabah hantavirus di tengah konflik dengan WHO.

Di Tengah Konflik dengan WHO, Argentina Harus Hadapi Lonjakan Wabah Hantavirus
Wabah hantavirus.

INILAHKORAN, Bandung - Pada Maret lalu, Argentina mengikuti langkah Amerika Serikat yang secara resmi menarik diri dari keikutsertaan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kementerian Kesehatan Argentina menuduh WHO memanfaatkan kasus infeksi hantavirus di kapal pesiar untuk memengaruhi keputusan berdaulat negara itu.

Meski hubungan politik memanas, pejabat kesehatan Argentina menegaskan bahwa pemantauan epidemiologi preventif masih terus berjalan. 

Namun hingga kini, otoritas setempat belum berhasil memastikan sumber pasti infeksi di atas MV Hondius.

Argentina kini sedang menghadapi musim hantavirus paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Argentina melontarkan kritik kepada WHO karena diduga "mempolitisasi" wabah hantavirus.

Di mana saat ini otoritas kesehatan di negara itu berjuang mengendalikan lonjakan kasus yang hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. 

Selama musim 2025–2026 sejak Juni tahun lalu, Argentina mencatat 101 kasus terkonfirmasi atau naik dari 57 kasus pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Secara nasional, musim 2025-2026 menunjukkan jumlah kasus, yang berada di atas ambang wabah, untuk sebagian besar periode yang dianalisis," tutur Kementerian Kesehatan Argentina.

Kementerian itu menambahkan ada peningkatan berkelanjutan yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat. 

Sepanjang tahun 2026 saja, sudah tercatat 42 kasus, sedangkan Pemerintah Argentina berupaya menerapkan protokol deteksi dini.***


Editor : Irma Nurfajri