Raih Perunggu Asian Games 2026, Herlin Aprilin Lali Bidik Tiket Olimpiade
Pedayung Indonesia Herlin Aprilin Lali meraih perunggu Asian Games 2026 dan kini membidik tiket Olimpiade setelah tampil impresif di nomor C1 200 meter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi pijakan baru bagi pedayung kano Indonesia Herlin Aprilin Lali. Setelah naik podium di nomor kano tunggal putri 200 meter, Herlin kini membidik target yang lebih besar, yakni membawa nomor yang diikutinya lolos ke Olimpiade.
"Saya masih punya target meloloskan nomor Olimpiade," kata Herlin seusai berlaga pada nomor ganda campuran 500 meter di Miyoshi Lake Canoe Course, Jepang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (26/9/2026).
Herlin meraih medali perunggu nomor kano tunggal putri 200 meter atau canoe single (C1) pada Kamis (24/9). Ia mencatat waktu 47,309 detik pada babak final, berada di belakang atlet Uzbekistan Shohsanam Sherzodova yang meraih emas dengan 46,597 detik dan Shuai Changwen dari China yang memperoleh perak dengan 46,613 detik.
Persaingan menuju podium berlangsung ketat. Sherzodova hanya unggul 0,016 detik dari Shuai, sementara Herlin terpaut 0,712 detik dari atlet Uzbekistan tersebut.
Catatan waktu Herlin juga membaik dibandingkan babak penyisihan. Pada Heat 1, Rabu (23/9), ia finis di posisi kedua dengan waktu 47,530 detik untuk memastikan tempat di Final A.
Medali perunggu tersebut menjadi medali pertama kano sprint Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus memperkuat kepercayaan dirinya untuk mengejar target berikutnya.
Berawal dari Latihan Dayung di Jayapura
Perjalanan Herlin sebagai atlet bermula dari lingkungan tempat tinggalnya di Jayapura. Ia awalnya mengikuti latihan dayung karena diajak teman-teman sekampung.
"Awalnya ikut rame ya, karena teman-teman sekampung latihan dayung jadi ikutan. Di situ juga saya enggak tahu kalau salah satu pelatih di sana tante saya, atlet dayung juga Erni Sokoi, dari Jayapura," ujar Herlin.
Dari sana, karier Herlin berkembang hingga masuk pelatnas dan tampil dalam berbagai ajang olahraga multievent. Ia mengaku semula tidak menyangka perjalanan tersebut membawanya hingga ke level internasional.
"Enggak berekspektasi bisa sampai di sini, awalnya cuma saya mau kayak senior-senior yang di pelatnas," katanya.
Sebelum meraih medali di Asian Games, Herlin lebih dulu mencatat prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada PON Papua 2021, ia finis di peringkat keempat, sebelum meraih medali emas pada PON Aceh-Sumatera Utara.
"Awalnya PON Papua masuk peringkat empat, PON kedua Aceh medali emas, puji Tuhan," kata atlet berusia 22 tahun itu.
Performa Herlin kemudian berlanjut di SEA Games Thailand 2025. Bersama Sella Monim, ia menyumbangkan dua medali perunggu pada nomor ganda putri 500 meter dan ganda putri 200 meter.
Setelah SEA Games 2025, Herlin tetap menjalani program pelatnas. Ia hanya mendapat waktu libur sekitar satu bulan pada Januari sebelum kembali menjalani latihan.
Kini, medali perunggu Asian Games menjadi tambahan motivasi bagi Herlin untuk terus berkembang. Dari Jayapura hingga panggung olahraga Asia, ia masih menyimpan satu target besar: membuka jalan bagi kano Indonesia menuju Olimpiade.
Editor : Ahmad Sayuti

