Data Penerima Bantuan Pangan di Lembang Diprotes Warga, Rajiv Soroti Data Desil
Penyaluran bantuan pangan di Lembang diprotes warga akibat ketidaksesuaian data penerima. Rajiv menyoroti akurasi data desil untuk diperbaiki.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penyaluran bantuan pangan beras di Kecamatan Lembang masih diwarnai protes warga terkait ketidaksesuaian data penerima. Di Desa Langensari, warga dengan kondisi ekonomi lemah disebut masuk kelompok desil lebih tinggi sehingga tidak menerima bantuan, sementara keluarga yang tergolong mampu masih tercatat sebagai penerima.
Pemerintah Desa Langensari mengakui persoalan tersebut kerap memicu keluhan masyarakat. Namun, pemerintah desa menyatakan hanya menjalankan data penerima yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Langensari Asep Ubaidillah mengatakan, persoalan ketidaksesuaian data tersebut bukan hal baru dan terus menjadi sorotan warga. Sementara kewenangan penetapan nama penerima bantuan tidak berada di tingkat desa.
"Dalam penyaluran bantuan pangan, pihak desa hanya mengikuti data dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah pusat," kata Asep, Sabtu (26/9/2026).
Desa Langensari mencatat sebanyak 1.443 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerima bantuan pangan. Untuk menjelaskan mekanisme penyaluran kepada masyarakat, pemerintah desa telah menggelar sosialisasi kepada para ketua RT hingga RW.
Asep berharap pembaruan data desil ke depan dapat melibatkan perangkat desa dan kewilayahan secara berkala. Dengan demikian, data penerima diharapkan dapat lebih mencerminkan kondisi ekonomi warga terkini.
Menurutnya, masyarakat yang merasa terdapat kekeliruan pada datanya juga dapat mengajukan perbaikan. Namun, proses pembaruan data membutuhkan waktu.
"Proses pembaruan itu membutuhkan waktu karena penetapan desil dipengaruhi sejumlah indikator dan tidak dapat dilakukan secara langsung. Tapi yang kita tahu, masyarakat inginnya instan," jelasnya.
Rajiv Soroti Akurasi Data Penerima
Saat melakukan peninjauan bantuan pangan di Lembang, Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi NasDem Rajiv mengatakan persoalan ketidaktepatan data desil akan dibawa ke DPR untuk ditindaklanjuti.
Menurut Rajiv, secara umum proses penyaluran dan ketepatan waktu pengiriman bantuan beras sudah berjalan baik. Namun, akurasi data penerima masih menjadi persoalan yang perlu dibenahi.
"Banyak keluhan masyarakat soal desil. Itu juga harus kita tampung sehingga di DPR bisa kita perbaiki. Kalau masalah penyalurannya, semua sudah baik, ketepatan waktunya juga sudah baik," kata Rajiv.
Diketahui, realisasi penyaluran bantuan pangan secara nasional telah mencapai 79,4 persen dari total 6.039.551 penerima.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat Nurman Susilo menargetkan penyaluran bantuan pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September dapat dituntaskan hingga akhir September 2026.
Setelah periode tersebut selesai, penyaluran untuk periode Oktober, November, dan Desember akan dilanjutkan.
"Kita upayakan akhir bulan ini bisa selesai untuk yang Juli, Agustus, September. Mudah-mudahan tidak ada kendala, kita nanti salur yang bulan Oktober, November, Desember," kata Nurman.
Editor : Ahmad Sayuti

