Rajiv Soroti Data Desil Saat Salurkan Bantuan Pangan di Kabupaten Bandung
Rajiv soroti data desil saat penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Bandung. Sebanyak 831 warga Desa Lengkong menerima 24,93 ton beras.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyoroti persoalan data Desil yang menjadi salah satu kendala dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Rajiv saat menghadiri penyaluran bantuan pangan beras medium dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog di Gedung Olahraga Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jumat (11/9/2026).
Sebanyak 831 warga Desa Lengkong menerima bantuan pangan beras untuk alokasi Juli-September 2026. Total beras yang disalurkan mencapai 24.930 kilogram atau 24,93 ton.
Setiap penerima bantuan mendapatkan 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan tersebut.
Rajiv mengatakan, kehadirannya dalam penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
"Kehadiran kami disini merupakan bagian dari fungsi pengawasan, agar bantuan dari Bapanas dan Perum Bulog ini tepat sasaran. Benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak," ungkapnya.
Menurut Rajiv, persoalan data Desil masih menjadi catatan penting dalam pelaksanaan berbagai program bantuan pemerintah. Karena itu, ia bersama sejumlah anggota DPR RI mendorong agar data tersebut segera diperbarui.
Rajiv menilai, ketidakakuratan atau ketidaksesuaian data Desil tidak hanya berdampak terhadap penerima bantuan pangan, tetapi juga dapat menghambat penyaluran program bantuan lainnya.
"Jangankan masyarakat, saya saja mau menurunkan program terkendala oleh Desil. Akhirnya saya pun secara rutin menggelar pasar murah untuk warga, dan membantu secara pribadi untuk berbagi," katanya.
Di sisi lain, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar Yuliani Alzam berharap bantuan pangan yang disalurkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mengurangi beban masyarakat di tengah dinamika kebutuhan pokok.
"Serta meringankan beban financial masyarakat ditengah dinamika kebutuhan pokok saat ini," kata Yuliani.
Sementara itu, Kepala Desa Lengkong Agus Salam Rahmat turut menyoroti persoalan pendataan Desil Kesejahteraan Sosial.
Menurut Agus, pemutakhiran data perlu segera dievaluasi secara komprehensif agar bantuan dan berbagai program pemerintah dapat diberikan sesuai kondisi masyarakat.
"Karena dampaknya tidak hanya dirasakan pada penyaluran bantuan saja, melainkan berimbas pada sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

