Bogor Darurat Korupsi, Kelompok Pengunjuk Rasa Terus Beraksi secara Bergelombang
Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa, pemuda dan masyarakat terus terjadi pasca pejabat Pemkab Bogor dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa, pemuda dan masyarakat terus terjadi pasca pejabat Pemkab Bogor dijemput penyidik Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).
Hari ini, puluhan orang mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor.
Mereka menyatakan Kabupaten Bogor darurat korupsi karena banyaknya dugaan kasus atau perkara tindak pidana korupsi, mulai dari desa hingga tingkat kabupaten.
Massa aksi pun mendesak, Kejari Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan KPK untuk memberantas praktik korupsi di Bumi Tegar Beriman.
"Kabupaten Bogor saat ini darurat korupsi. Oleh karena itu kami mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor bersama KPK memberantas praktik korupsi," kata Hafizh Izzulhaq sebagai Jenderal Lapangan Aksi IMM Bogor, Kamis (10/9/2026).
Hafizh menuturkan, kasus dugaan korupsi yang sedang mencuat adalah pemotongan upah pungut pegawai Bappenda, pengaturan pemenang lelang smart board di Dinas Pendidikan, proyek pembangunan RSUD Bogor Utara, dan penyalahgunaan aset Pemkab Bogor.
Sementara itu, Plh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kabupaten Bogor Reynaldi Adriansyah menuturkan pihaknya sedang menangani perkara korupsi.
Kasus yang sudah masuk dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan yaitu dugaan dugaa korupsi proyek pembangunan RSUD Bogor Utara dan penyalahgunaan aset Pemkab Bogor.
Kedua perkara tersebut, masing-masing merugikan negara sebesar Rp9,1 miliar dan Rp1,2 miliar.
"Saya pastikan bahwa perkara ini terus berjalan dan tidak ada yang mengintervensinya," tambahnya.
Editor : Doni Ramdhani

