Viral Momen Seskab Teddy Geser Mik Presiden Prabowo, Netizen Soroti Etika Protokoler
Momen Seskab Teddy menggeser mik dan memotong arahan Presiden Prabowo Subianto viral di media sosial. Aksi ini menuai sorotan tajam dari netizen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah potongan video yang memperlihatkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggeser mikrofon Presiden Prabowo Subianto mendadak tumpah dan viral di media sosial.
Momen tersebut terjadi di tengah forum resmi saat Presiden Prabowo sedang memberikan arahan terkait penanganan kebakaran hutan agar tidak merembet ke Zona Inti Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam video yang diunggah oleh akun @dodisegrovee, Seskab Teddy tampak memindahkan mikrofon utama di hadapan Presiden untuk menyampaikan laporan terkait situasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi Seskab Teddy yang memotong pembicaraan Presiden Prabowo tersebut langsung menjadi perbincangan hangat publik.
Narasi dalam unggahan tersebut menyoroti tindakan Seskab yang dinilai mendominasi jalannya rapat resmi negara.
"Mic Prabowo digeser Teddy. Prabowo cuma ngangguk2 aja. Seskab Teddy menggeser Mic Presiden saat memberi arahan kebakaran hutan agar tidak merembet ke Zona inti IKN. Langsung dipotong oleh Seskab Teddy dengan memberikan laporan gempa NTT tanpa ada kejelasan lanjutan kebakaran hutan di kalimantan. Seskab punya kuasa de facto memotong arahan Presiden di forum resmi," tulis narasi dalam unggahan tersebut.
Reaksi Keras dan Kritik Netizen
Potongan video tersebut dengan cepat dibanjiri ribuan tanggapan dari warganet.
Banyak netizen yang menyayangkan aksi tersebut karena dinilai tidak mencerminkan etika serta standar protokoler kepresidenan yang berlaku.
@sarie_ramadhanie: "Jangan dinormalisasi yaaa adek2.. Presiden dulu nggak ada yg seperti ini.. Keliatan sekali nggak ada protokolernya.. Dulu poni pak jokowi nggak rapi aja, disamperin baik2 di kertas sama ajudannya.."
Hingga saat ini, potongan video tersebut masih terus dibagikan dan memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial mengenai tata cara koordinasi pejabat publik dalam agenda resmi kepresidenan.
Editor : Firda Rachmawati

