Dedi Mulyadi Ungkap Perjuangan Amankan Investasi BYD Rp11,7 Triliun di Subang

Pabrik kendaraan listrik BYD di Subang resmi berdiri dengan investasi Rp11,7 triliun. Fasilitas seluas 126 hektare ini berkapasitas 150.000 unit per tahun.

Dedi Mulyadi Ungkap Perjuangan Amankan Investasi BYD Rp11,7 Triliun di Subang
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID-Peresmian pabrik Kendaraan Listrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026), menjadi penanda masuknya salah satu Investasi industri besar ke Jawa Barat.

Fasilitas manufaktur yang berada di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park tersebut memiliki nilai Investasi mencapai Rp11,7 triliun.

Pabrik BYD dibangun di atas lahan seluas 126 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun.

Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri Kendaraan Listrik di Indonesia.

Dedi Mulyadi Kawal Investasi BYD di Subang

Sejak awal pembangunan pada 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempatkan Investasi BYD sebagai salah satu proyek strategis yang diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Salah satu perhatian utama Pemprov Jawa Barat adalah memastikan Investasi tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

Saat melakukan pembahasan bersama pengelola kawasan industri pada Maret 2025, Dedi mengungkapkan kebutuhan tenaga kerja BYD diperkirakan mencapai 18.000 orang dengan berbagai latar belakang keahlian.

"Kita baru saja rapat dengan pengelola kawasan industri. Pabrik BYD, pabrik Mobil Listrik, butuh 18.000 pekerja. Ini mencakup tenaga engineer dan elektronik. Tahun ini, kami siapkan," ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Dedi, kebutuhan tenaga kerja tersebut menjadi peluang besar bagi masyarakat Jawa Barat.

Karena itu, Pemprov Jabar mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempersiapkan tenaga kerja lokal agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh masyarakat di daerah.

"Pada tahun ini, pemerintah Jawa Barat harus menyiapkan 18.000 untuk calon tenaga kerja di BYD, ya kan, baik tenaga kerja terampilnya maupun tenaga kerja biasanya," ucapnya.

Hampir 9.000 Pekerja Sudah Direkrut BYD

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil seiring berkembangnya operasional BYD di Subang.

Dedi mengungkapkan, BYD telah membuka hampir 9.000 rekrutmen baru seiring meningkatnya permintaan terhadap Kendaraan Listrik.

"Kemudian ke BYD, itu hampir 9.000 sekarang rekrutmen baru karena produknya diminati," katanya.

Rekrutmen tersebut menjadi salah satu dampak langsung Investasi BYD terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Sempat Terkendala Persoalan Lahan

Di balik pembangunan pabrik BYD di Subang, proses Investasi juga sempat menghadapi persoalan pembebasan lahan.

Dedi mengaku turun langsung untuk membantu memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut agar tidak mengganggu kepastian Investasi.

Menurutnya, persoalan yang terjadi bukan semata-mata berkaitan dengan aksi premanisme, melainkan praktik percaloan tanah yang berpotensi menyebabkan harga lahan meningkat.

"Sebenarnya problem di Subang itu bukan premanisme tapi percaloan tanah," ujarnya.

Dedi kemudian mendorong agar proses transaksi lahan dilakukan secara langsung antara investor dan pemilik tanah.

Langkah tersebut dinilai dapat mencegah spekulasi harga sekaligus mengurangi hambatan dalam proses pembangunan kawasan industri.

Akses Tol hingga Patimban Jadi Perhatian

Selain pembebasan lahan, pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian penting dalam mendukung Investasi BYD di Subang.

Pemprov Jawa Barat bersama pemerintah pusat mendorong pembangunan berbagai akses pendukung kawasan industri, termasuk konektivitas dari Tol Cipali menuju Subang Smartpolitan.

Konektivitas tersebut penting untuk memperlancar arus logistik dan distribusi kendaraan sekaligus mendukung mobilitas pekerja.

Lokasi kawasan industri yang terhubung dengan Pelabuhan Patimban juga dinilai memberikan keuntungan strategis bagi aktivitas industri dan distribusi kendaraan.

BYD Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Dari sisi perusahaan, BYD menegaskan bahwa Investasi di Subang merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pembangunan fasilitas manufaktur tersebut telah selesai di atas lahan seluas 126 hektare.

"Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang BYD di Indonesia, kami telah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, di area seluas 126 hektare," tuturnya.

Menurut Luther, fasilitas tersebut tidak hanya memperkuat Industri Otomotif nasional, tetapi juga membuka peluang kerja baru.

Selain itu, keberadaan pabrik BYD di Subang diharapkan memperluas keterlibatan industri lokal dalam rantai pasok Kendaraan Listrik.

Investasi Jabar Capai Rp138,13 Triliun

Masuknya BYD menjadi bagian dari tren positif Investasi di Jawa Barat.

Pemprov Jabar mencatat realisasi Investasi pada semester I 2026 mencapai Rp138,13 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 246.887 orang.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik mengungkapkan realisasi Investasi sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun.

Untuk 2026, Jawa Barat menargetkan realisasi Investasi sebesar Rp314 triliun.

"Selama ini Investasi Jawa Barat memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap Investasi nasional. Karena itu, penyelesaian berbagai hambatan Investasi di Jawa Barat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian Investasi nasional," kata Dedi Taufik.

Dengan beroperasinya pabrik BYD di Subang, Investasi Kendaraan Listrik tersebut diharapkan menjadi penggerak baru Industri Otomotif sekaligus memperluas kesempatan kerja dan rantai pasok industri di Jawa Barat.***


Editor : JakaPermana