Rekrutmen BYD Tak Berdasar Jurusan, Disdik Jabar Tekankan 3 Syarat Utama Lulusan SMK
Pemprov Jabar justru mengungkap, ada tiga kunci utama penentu lolos tidaknya lulusan SMK bekerja ke BYD. Yakni teknologi, karakter, dan kemampuan bahasa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Skema rekrutmen tenaga kerja di pabrik mobil listrik BYD di Subang tak berpaku pada jurusan tertentu.
Pemprov Jabar justru mengungkap, ada tiga kunci utama yang menjadi penentu lolos tidaknya lulusan SMK bekerja ke BYD. Yakni teknologi, karakter, dan kemampuan bahasa.
Fakta itu sekaligus mematahkan anggapan hanya jurusan teknis tertentu yang berpeluang masuk ke industri kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat tersebut.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdik Jabar Edy Purwanto mengungkapkan, pihak BYD tidak pernah mengunci rekrutmen pada jurusan spesifik.
"Itu enggak banyak karena memang tidak pernah dikhususkan, mereka hanya bicara tentang teknologi, karakter sama bahasa, hanya tiga yang diminta," ujar Edy, Selasa (7/4/2026).
Meski tidak berbasis jurusan, Disdik Jabar tetap mengarahkan penguatan kompetensi siswa pada bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti kelistrikan, elektronika, hingga pemesinan. Hal ini dilakukan untuk memastikan lulusan tetap adaptif terhadap kebutuhan manufaktur kendaraan listrik.
"Tapi kami kami tetap menyiapkan seluruhnya sesuai dengan kebutuhan. Karena mereka kan membutuhkannya kan industrinya. Kalau industrinya berarti kan banyak hal kelistrikan, elektronika, pemesinan dan sebagainya, bukan hanya satu titik saja," ucapnya.
Namun demikian, jalur masuk ke industri BYD tidak dilakukan secara langsung melalui sekolah. Seluruh calon tenaga kerja wajib masuk dalam sistem terintegrasi milik pemerintah daerah melalui aplikasi Nyari Gawe.
"Kami mempersiapkan anak-anaknya yang kelas 12 untuk disiapkan dan nantinya masuk ke dalam aplikasi yang dibuat oleh Disnakertrans yang disebut dengan Nyari Gawe," katanya.
Sisi lain, transparansi jumlah kebutuhan tenaga kerja masih menjadi tanda tanya. Disdik Jabar mengakui tidak memiliki data pasti terkait berapa banyak lulusan yang akan direkrut, karena sepenuhnya menjadi kewenangan perusahaan.
"Kalau data detailnya memang kita enggak tahu karena mohon maaf itu memang menjadi kewenangan di BYD. (Tapi) Kalau komunikasi sering tapi kan itu konteksnya anak-anak yang sudah lulus yang sudah memang menjadi kewenangan di Disnakertrans," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengklaim ribuan lulusan telah disiapkan untuk langsung masuk ke industri. Sebanyak 4.500 lulusan SMA/SMK disebut sudah mengantongi sertifikat pelatihan.
"4.500 lulusan SMA,SMK di Jawa Barat yang sudah mengikuti pelatihan untuk bekerja di perusahaan otomotif BYD di Subang di kawasan Surya Cipta. Sehingga ini tahap awal, tahap berikutnya nanti mungkin ada penyerahan lagi 5.000 atau 6.000," ungkap Dedi.
Editor : Doni Ramdhani

