BYD Tech Culture Fest 2026 Sambangi Bandung, Tawarkan Warga Jajal Teknologi Dual Mode

PT BYD Motor Indonesia semakin agresif memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Jabar melalui ajang BYD Tech Culture Fest 2026 di 23 Paskal Shopping Center.

BYD Tech Culture Fest 2026 Sambangi Bandung, Tawarkan Warga Jajal Teknologi Dual Mode
Di 23 Paskal Shopping Center, Kota Bandung pada 15-19 Juli 2026, BYD Tech Culture Fest 2026 digelar. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - PT BYD Motor Indonesia semakin agresif memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Barat. Melalui ajang BYD Tech Culture Fest 2026 yang digelar di 23 Paskal Shopping Center, Kota Bandung, pada 15-19 Juli 2026, jenama asal Tiongkok itu memperkenalkan berbagai inovasi teknologi sekaligus mengakselerasi adopsi kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia.

Tak sekadar pameran otomotif, festival tersebut dirancang sebagai ruang interaktif yang menggabungkan teknologi, gaya hidup, dan komunitas. Pengunjung dapat mencoba langsung sejumlah produk unggulan BYD dan DENZA melalui berbagai aktivitas seperti test drive, Monster Track Experience, B5 Challenge, area teknologi interaktif, hingga wahana hiburan keluarga.

Operation Director PT BYD Motor Indonesia Nathan Sun mengatakan, Bandung dipilih karena menjadi salah satu daerah dengan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap perkembangan kendaraan listrik.

"Mobilitas masyarakat terus berkembang dan semakin banyak yang memahami pentingnya kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Karena itu kami ingin masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan langsung teknologi BYD," ujar Nathan di Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Dalam kesempatan itu, BYD memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang mengintegrasikan e-Platform 3.0, Blade Battery, dan platform DM generasi terbaru. Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan kombinasi performa, efisiensi energi, dan kenyamanan berkendara.

Konsep Dual Mode dibangun melalui empat karakter utama. Zona Gesit menonjolkan akselerasi responsif dan halus, sementara Zona Andal menunjukkan kemampuan sistem beradaptasi dalam berbagai kondisi jalan. 

Zona Senyap menawarkan pengalaman berkendara minim getaran dan kebisingan, sedangkan Zona Super Irit difokuskan pada optimalisasi konsumsi energi untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

BYD juga menghadirkan Monster Track Offroad yang memungkinkan pengunjung menguji kemampuan DENZA B5 melewati beragam rintangan ekstrem, mulai dari tanjakan curam, jalur bergelombang hingga lintasan jungkat-jungkit. Wahana ini menjadi etalase kemampuan sistem penggerak dan teknologi kontrol kendaraan dalam menjaga stabilitas serta traksi.

Di area Speed Test Ride, masyarakat berkesempatan merasakan performa BYD Seal 6 DM yang dipersiapkan untuk masuk pasar Indonesia. Sementara jalur test drive disediakan untuk menunjukkan kemampuan handling, kenyamanan kabin, efisiensi energi, serta fitur-fitur pintar yang menjadi andalan kendaraan BYD.

Nathan mengungkapkan, sejak resmi masuk ke pasar Indonesia pada 2024, BYD telah mendistribusikan sekitar 97 ribu unit kendaraan kepada konsumen. Jawa Barat menjadi salah satu pasar terbesar dengan populasi kendaraan BYD yang telah melampaui 10.500 unit.

Guna memperkuat layanan purnajual, perusahaan juga mempercepat ekspansi jaringan dealer di berbagai daerah.

"Saat ini kami memiliki sekitar 100 showroom di seluruh Indonesia. Khusus Jawa Barat sudah beroperasi 15 dealer dan tahun ini ditargetkan bertambah menjadi sekitar 30 dealer agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan penjualan maupun servis," paparnya.

Menurut Nathan, pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional menunjukkan tren yang sangat positif. Pangsa pasar kendaraan listrik yang pada 2021 masih berada di kisaran satu persen kini telah menembus lebih dari 20 persen.

"Perjalanan elektrifikasi di Indonesia baru dimulai. Kami akan terus menghadirkan inovasi agar masyarakat yang masih menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil semakin yakin beralih ke kendaraan listrik maupun Dual Mode," katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Erwin menilai penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest menjadi momentum penting dalam mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi di perkotaan. Menurutnya, karakter masyarakat Bandung yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi modal besar dalam mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.

"Bandung memiliki karakter masyarakat yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami berharap semakin banyak warga yang beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sehingga kualitas lingkungan juga semakin baik," tuturnya.

Ia menambahkan, penggunaan kendaraan berbasis teknologi baru dapat menjadi salah satu solusi mengurangi emisi karbon di tengah tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Bandung.

Dukungan terhadap BYD juga datang dari komunitas pengguna. Ketua Umum Beyond Community, Eko Budiharsono menyebut, layanan purnajual menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.

Komunitas yang berdiri sejak BYD memasuki pasar Indonesia itu kini telah memiliki lebih dari 3.000 anggota. Menurut Eko, kemudahan akses suku cadang, layanan darurat, hingga pembaruan perangkat lunak kendaraan menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh para pengguna.

"Kami merasakan layanan after sales BYD sangat baik. Komunikasi dengan principal juga terbuka sehingga berbagai persoalan bisa cepat diselesaikan. Itu yang membuat kepercayaan pengguna terus meningkat," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani