GIIAS Bandung 2026 Jadi Etalase Kekuatan BYD Andalkan Pabrik Subang
PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan ajang GIIAS Bandung 2026 yang digelar di Sudirman Grand Ballroom untuk menegaskan dominasinya di pasar kendaraan listrik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - PT BYD Motor Indonesia memanfaatkan ajang GIIAS Bandung 2026 yang digelar di Sudirman Grand Ballroom 9-13 September 2026 untuk menegaskan dominasinya di pasar kendaraan listrik nasional.
Di tengah pertumbuhan industri elektrifikasi yang semakin agresif, BYD tampil membawa kombinasi kekuatan penjualan, produk baru, hingga kapasitas produksi lokal yang kini telah beroperasi di Jabar.
Sepanjang Januari-Agustus 2026, BYD mencatatkan penjualan 40.700 unit kendaraan listrik atau menguasai lebih dari 37% pangsa pasar EV nasional. Capaian tersebut menjadikan BYD sebagai salah satu pemain paling dominan dalam transisi kendaraan berbasis energi baru di Indonesia.
Momentum itu diperkuat dengan peluncuran The New BYD M6 EV untuk pasar Jabar dalam ajang GIIAS Bandung 2026. Mengingat, Jabar pasar strategis bagi BYD karena hingga Juli 2026, lebih dari 12.000 unit kendaraan telah digunakan, atau setara dengan sekitar 36 persen pangsa pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Jabar.
Bahkan, BYD turut memperkuat dengan membangun fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di Subang, yang mulai beroperasi awal September 2026.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan, Jabar memiliki peran penting dalam pertumbuhan bisnis BYD di Tanah Air karena tingkat penerimaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan elektrifikasi terus meningkat. Momen GIIAS Bandung 2026, menjadi media bagi BYD untuk mengenalkan teknologi kendaraan energi baru pada masyarakat.
“Dengan fasilitas manufaktur kami di Subang yang kini telah resmi beroperasi, kami semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global. Melalui pilihan EV dan DM, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter mobilitas masyarakat,” ujar Eagle Zhao dalam keterangannya, Kamis (11/9/2026).
Kehadiran pabrik BYD di Subang bakal memperkuat penetrasi pasar, karena kapasitas produksi mampu hingga 150.000 unit per tahun.
Peresmian fasilitas tersebut pada 3 September 2026 lalu, ditandai dengan keluarnya unit BYD M6 DM ke-100.000 hasil produksi lokal. Kehadiran pabrik ini juga menjadi bagian dari strategi peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan penguatan rantai pasok industri otomotif nasional.
Sejak diluncurkan pada 2024, model Multi Purpose Vehicle (MPV) tersebut telah digunakan lebih dari 28.000 keluarga Indonesia. Melihat kebutuhan konsumen yang semakin beragam, BYD kemudian menghadirkan varian M6 Dual Mode (DM) pada Mei 2026 sebagai pelengkap M6 EV yang lebih dulu hadir.
Sedangkan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyebut pengembangan produk dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Varian terbaru BYD M6 EV yang kini diproduksi di Indonesia, hadir dengan peningkatan kapasitas baterai yang memungkinkan jarak tempuh hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kendaraan ini juga dibekali tenaga maksimum 150 kW, torsi 310 Nm, serta akselerasi 0-100 kilometer per jam dalam 7,9 detik.
Tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, membuat Jawa Barat menjadi salah satu kontributor utama pertumbuhan BYD di Indonesia. Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperluas jaringan layanan dan penjualan di wilayah ini.
Saat ini BYD telah mengoperasikan 20 dealer di Jawa Barat dan menargetkan jumlahnya bertambah menjadi 31 lokasi dalam beberapa waktu ke depan.
Ekspansi jaringan tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan penjualan maupun purna jual, sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Jawa Barat.
Dengan kombinasi penjualan yang terus meningkat, penguatan jaringan dealer, serta beroperasinya pabrik Subang, BYD semakin agresif menggarap pasar kendaraan listrik nasional. Jawa Barat pun diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama industri kendaraan energi baru di Indonesia.
Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia Pramita Sari mengatakan, di GIIAS Bandung 2026 pihaknya memboyong produk unggulan yang selama ini diminati masyarakat.
“Di mana BYD Atto 1 dan BYD M6 menjadi dua model yang paling diminati,” ujar Pramita.
Editor : Doni Ramdhani

