Dukung Dana Pensiun untuk Atlet, Ketua Umum PB FPTI: Sangat-sangat Baik Sekali
Ketua Umum PB FPTI sangat mendukung rencana dana pensiun untuk atlet dari pemerintah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Indonesia saat ini mengirimkan 432 Atlet untuk ikut pertandingan olahraga di Asian Game 2026, yang digelar di Jepang.
Di tengah kabar tersebut, dana pensiun untuk Atlet kembali disinggung, mengingat Atlet hanya aktif sebentar tidak sampai tua.
Ketua Umum PB FPTI Yenny Wahid mendukung gagasan dana pensiun Atlet sebagai salah satu bentuk jaminan masa depan setelah Atlet melewati masa produktifnya yang terbilang singkat dibandingkan dengan profesi lain.
"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun," tutur Yenny.
Masa produktif Atlet relatif terbatas sehingga perlu disiapkan peta jalan agar Atlet tetap memiliki kondisi finansial yang baik setelah tidak lagi berada di puncak prestasi.
Yenny mengatakan PB FPTI telah memulai pelatihan inklusi keuangan bagi Atlet agar mereka mampu mengelola pendapatan yang diperoleh selama berada pada usia produktif.
Kemampuan mengelola pendapatan menjadi penting karena Atlet dapat memperoleh penghasilan dari hadiah pertandingan, tetapi periode produktif untuk meraih prestasi tidak berlangsung sepanjang karier.
"Usia produktif Atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di atas usia 35 tahun sudah berbeda," tuturnya.
Atlet juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan aset dan pendapatan agar hasil yang diperoleh selama masa produktif dapat menjadi bekal untuk masa depan.
Pengelolaan tersebut dapat dilakukan melalui investasi, pembelian aset, maupun mekanisme dana pensiun.
Yenny menyatakan skema dana pensiun idealnya dapat melibatkan negara, khususnya bagi Atlet yang memperoleh penghasilan atau gaji dari negara.
Meski demikian Yenny menilai Atlet secara mandiri juga perlu melakukan persiapan finansial secara individual karena tidak seluruh Atlet berada dalam skema penggajian negara.
Maka dari itu, menurut Yenny pemerintah dapat memberikan akses bagi Atlet berprestasi untuk memiliki pekerjaan setelah masa kompetitif, termasuk melalui kesempatan menjadi anggota TNI atau Polri.***
Editor : Irma Nurfajri

