Korban Banjir Bandang Nepal Capai Ribuan, 330 WNA Berhasil Diselamatkan
Korban banjir bandang Nepal terus bertambah setiap harinya. Hingga Kamis 3 September 2026, korban sudah mencapai ribuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Angka kematian akibat bencana dahsyat di Nepal terus mengalami lonjakan signifikan.
Berdasarkan laporan resmi Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal yang dikutip kantor berita Xinhua, jumlah korban banjir bandang Nepal kini telah menembus 1.204 jiwa.
Peningkatan jumlah korban tewas ini memperbarui laporan sebelumnya dari harian lokal Kathmandu Post yang mencatatkan angka 1.127 korban jiwa.
Di tengah duka mendalam dan proses pencarian yang terus berjalan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi ratusan warga negara asing (WNA) dari zona bahaya.
Penyelamatan 330 Warga Negara Asing di Area Bencana
Otoritas kebencanaan setempat mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (1/9), sebanyak 330 WNA berhasil diselamatkan pascabanjir. Para wisatawan dan warga asing tersebut berhasil dievakuasi dari wilayah terdampak yang sempat terisolasi akibat sapuan air bah dan material lumpur.
Proses evakuasi para WNA dilakukan secara masif mengingat kawasan perbatasan utara Nepal merupakan salah satu jalur lintasan populer bagi wisatawan maupun peziarah internasional.
Pemicu Bencana: Gletser Menyusut dan Meluapnya Sungai Bhote Koshi
Petaka ini bermula pada Rabu pagi (26/8), saat banjir bandang berskala besar mendadak menerjang kawasan utara Nepal.
Bencana alam ini dipicu oleh fenomena penyusutan gletser di wilayah pegunungan yang memicu longsoran tanah skala besar.
Kondisi tersebut menyebabkan pergerakan debit air dalam volume sangat besar meluncur deras dari wilayah China dan menghantam aliran Sungai Bhote Koshi.
Arus deras yang membawa sedimen berat itu langsung menyapu permukiman warga dan memutus infrastruktur di sepanjang bantaran sungai.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih terus dikerahkan untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang di sekitar lokasi bencana.
Editor : Firda Rachmawati

