Warga NTT Sambut Baik Gerak Cepat Dedi Mulyadi Bantu Korban Gempa

Gerak cepat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam membantu korban gempa bumi di NTT, mendapat respons positif dari warga NTT yang menetap di Jawa Barat.

Warga NTT Sambut Baik Gerak Cepat Dedi Mulyadi Bantu Korban Gempa
Penanggung Jawab Asrama NTT Jawa Barat Yohanes Jhoni Riberu menyampaikan apresiasi atas langkah Pemprov Jabar yang ikut turun tangan dalam penanganan dampak gempa. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Gerak cepat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat respons positif dari warga NTT yang menetap di Jawa Barat.

Kehadiran langsung Dedi Mulyadi di wilayah terdampak gempa, dinilai menjadi bukti kepedulian lintas daerah dalam membantu masyarakat Flores yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

Penanggung Jawab Asrama NTT Jawa Barat Yohanes Jhoni Riberu menyampaikan apresiasi atas langkah Pemprov Jabar yang ikut turun tangan dalam penanganan dampak gempa.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan langsung oleh Dedi Mulyadi menjadi bentuk perhatian nyata kepada warga NTT, baik yang berada di daerah terdampak maupun perantauan.

"Kami atas nama warga NTT, mewakili saudara-saudara kita yang ada di Jawa Barat, banyak-banyak terima kasih atas KDM, Gubernur Jawa Barat yang telah ambil bagian untuk menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujar Yohanes saat dihubungi Minggu, (22/8/2026).

Yohanes menilai, kedatangan langsung Dedi Mulyadi ke Flores memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat gempa dan membutuhkan dukungan untuk bangkit.

"Kami sekali lagi ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pemerintah Jawa Barat melalui Pak Gubernur yang sudah datang ke Flores," ucapnya.

Ia menjelaskan, kondisi sejumlah wilayah di NTT hingga kini masih belum sepenuhnya pulih. gempa susulan masih terjadi dan membuat sebagian warga memilih mengungsi untuk menghindari risiko kerusakan bangunan.

Berdasarkan informasi dari keluarga dan kerabat di daerah terdampak, warga di Nagekeo, Manggarai Timur, serta Manggarai Barat masih berada di posko pengungsian maupun membuat tenda mandiri di sekitar rumah.

"Dampaknya masih gempa susulan sampai malam juga masih ada. warga kami, khususnya di Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, ada yang ke posko tenda-tenda, ada juga yang di depan rumah mereka buka tenda masing-masing," katanya.

Sisi lain, solidaritas warga NTT yang berada di Jawa Barat terus bergerak. Mereka masih membuka penggalangan donasi untuk membantu masyarakat terdampak di kampung halaman.

Yohanes mengatakan, pengumpulan bantuan masih berjalan dan belum ditentukan target nominal yang harus dicapai. Seluruh donasi yang terkumpul nantinya akan dikirimkan untuk mendukung kebutuhan warga korban gempa.

"Kita enggak ada target. Berapa pun yang ada, sumbangan dari masyarakat NTT khususnya yang di Jawa Barat dan warga Jawa Barat, itu yang kami akan kirim," ucapnya.

Ia menambahkan, informasi mengenai perkembangan jumlah donasi akan disampaikan setelah pihaknya menerima pembaruan dari bendahara penggalangan dana.

Ia berharap, bantuan dari masyarakat NTT di perantauan maupun warga Jawa Barat dapat segera disalurkan, sehingga membantu proses pemulihan warga yang terdampak gempa.

Apresiasi senada turut disampaikan Rikardo Florensianus Besu (43), warga NTT asal Ende, yang kini menetap di Kota Bandung. Ia berharap, kunjungan Dedi Mulyadi ke lokasi bencana gempa dapat menghibur para korban.

"Mudah-mudahan bantuan yang diberikan Pak Dedi dapat meringankan beban saudara-saudara kami di sana," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani