Warga Sukanagara Gotong Royong Normalisasi Sungai Pasenda hingga Cikalang

Ratusan warga Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, bergotong royong membersihkan aliran sungai Pasenda hingga sungai Cikalang, Sabtu (18

Warga Sukanagara Gotong Royong Normalisasi Sungai Pasenda hingga Cikalang
Warga Kelurahan Sukanagara saat gotong-royong membersihkan sungai sebagai langkah antisipasi banjir saat memasuki musim hujan. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Ratusan warga Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, bergotong royong membersihkan aliran sungai Pasenda hingga sungai Cikalang, Sabtu (18/7/2026). 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan banjir saat musim hujan.

Aksi bersih-bersih sungai dimulai dari wilayah RW 07 di hulu sungai Pasenda hingga bermuara ke sungai Cikalang. warga mengangkat sedimentasi berupa pasir, batu, serta sampah yang dinilai dapat menghambat aliran air dan memicu luapan sungai ketika curah hujan tinggi.

Lurah Sukanagara, Hendih, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menormalisasi aliran sungai, tetapi juga membangun kembali kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui semangat gotong royong.

"Selain mengantisipasi bencana hidrometeorologi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kewilayahan. Kami ingin mengikis sikap apatis dan menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian masyarakat," ujarnya.

Menurut Hendih, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak, diharapkan dapat menanamkan kesadaran menjaga kebersihan sungai sejak dini. Ia mengingatkan, banjir besar yang melanda wilayah RW 05 dan RW 06 pada 2021 menjadi pelajaran penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Keberhasilan membangun wilayah tidak bisa dilakukan oleh satu organisasi saja. Diperlukan sinergi dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat," katanya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya Anang Sapaat mengapresiasi konsistensi warga dan Pemerintah Kelurahan Sukanagara dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, gerakan tersebut layak menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Tasikmalaya.

"Ini bukan kali pertama kami melihat kegiatan seperti ini di Sukanagara. Kesadaran masyarakat sudah mulai terbentuk sehingga tidak selalu harus digerakkan oleh lurah atau camat. Gerakan seperti ini perlu diterapkan di kelurahan lain," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya Hendra Budiman menilai normalisasi sungai yang dilakukan masyarakat sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi risiko banjir.

Dia menjelaskan, meski saat ini masih memasuki musim kemarau, curah hujan diperkirakan akan meningkat pada musim berikutnya sehingga pembersihan sungai menjadi langkah mitigasi yang penting.

"Kegiatan seperti ini diharapkan tidak berhenti hari ini saja. Kalau bisa dilakukan secara rutin, misalnya seminggu sekali. Dampaknya sangat besar, apalagi dengan keterbatasan fiskal pemerintah saat ini," ujarnya.

Selain membersihkan sungai, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon bantuan Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Penanaman pohon tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya resap air tanah sekaligus menjaga ketersediaan air bagi warga yang masih mengandalkan sumur dangkal.

Pemerintah berharap gerakan gotong royong membersihkan sungai dan penghijauan seperti yang dilakukan di Kelurahan Sukanagara dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Tasikmalaya sebagai upaya bersama dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.


Editor : Doni Ramdhani