Longsor Gegerkalong Ungkap Masalah Fondasi dan Drainase, Pemkot Siapkan Perbaikan

Longsor di kawasan Gegerkalong diduga dipicu buruknya sistem drainase dan kondisi fondasi bangunan yang tidak memadai. 

Longsor Gegerkalong Ungkap Masalah Fondasi dan Drainase, Pemkot Siapkan Perbaikan
Pemkot Bandung, kini menyiapkan langkah perbaikan mencegah longsor susulan. Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku telah meninjau langsung lokasi longsor di RT 7/RW 1, Kelurahan Gegerkalong. (ilustrasi/dok)

INILAHKORAN.ID - longsor di kawasan Gegerkalong diduga dipicu buruknya sistem drainase dan kondisi fondasi bangunan yang tidak memadai. 

Pemkot Bandung, kini menyiapkan langkah perbaikan mencegah longsor susulan. Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku telah meninjau langsung lokasi longsor di RT 7/RW 1, Kelurahan Gegerkalong. 

Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) tersebut berdampak pada satu unit madrasah, satu masjid dan tiga rumah warga yang dihuni tujuh kepala keluarga.

Dari hasil peninjauan, dia menyebut terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya longsor. Salah satunya kondisi saluran air yang kurang baik. Selain itu, konstruksi fondasi bangunan di kawasan tersebut dinilai belum cukup kuat menahan kondisi tanah yang berada di area dengan kontur curam.

"Hasil peninjauan, menunjukkan longsor ini dipicu oleh kondisi saluran air yang kurang baik dan konstruksi fondasi bangunan yang tidak memadai. Apalagi lokasinya berada di daerah dengan kontur tanah yang curam," kata Erwin, Sabtu (18/7/2026).

Dinas Cipta Bina Konstruksi dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung saat ini tengah menyusun desain ulang fondasi agar bangunan yang terdampak dapat diperkuat dan lebih aman.

"Karena kemarin saya lihat besinya juga masih kecil-kecil, tidak sesuai spesifikasi untuk bangunannya. Tapi memang karena mungkin dibangun oleh swasta, bukan pemerintah. Alhamdulillah tidak sampai menimbulkan korban yang lebih parah," ucapnya.

Menurutnya, bangunan terdampak tidak akan direlokasi karena berada di atas lahan milik warga. Pemkot Bandung memilih melakukan perbaikan, dan penguatan struktur bangunan agar dapat kembali digunakan.

"Memang masyarakat meminta kepada kita supaya secepatnya diperbaiki, karena itu masjid di daerah tersebut satu-satunya yang digunakan untuk salat Jumat. Kalau relokasi, sepertinya tidak memungkinkan karena lahannya sempit. Jadi harus diperbaiki," ujar dia.

Proses perbaikan, pemerintah kota akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selain itu, dukungan juga diberikan Baznas dan pengajuan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari bank daerah.

Pihaknya menjelaskan, posisi bangunan yang berada di bawah aliran sungai menjadi salah satu perhatian utama. Fondasi bangunan yang berada di sekitar bantaran sungai, berisiko mengalami kerusakan lebih besar apabila tidak segera dilakukan penguatan.

"Kalau ini dibiarkan, longsor susulan pasti bisa terjadi. Makanya harus dipasang garis polisi supaya tidak ada orang yang masuk ke lokasi sebelum perbaikan dilakukan," tegasnya.

Sementara itu ditambahkan Erwin, seluruh warga yang terdampak telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, seperti beras dan kebutuhan dasar lainnya sambil menunggu proses perbaikan dimulai.


Editor : Doni Ramdhani