12 Tahun Rusak, Jalan Cikidang Lembang Akhirnya Mulus, Warga Gelar Botram

Jalan kabupaten di Cikidang, Lembang, KBB, rusak lebih dari 12 tahun. Kini mulus, warga menggelar botram sebagai bentuk syukur atas perbaikan jalan.

12 Tahun Rusak, Jalan Cikidang Lembang Akhirnya Mulus, Warga Gelar Botram
Warga Desa Cikidang, Kecamatan Lembang konsisten jaga tradisi botram usai jalan rampung diperbaiki.

INILAHKORAN.ID - Selama lebih dari 12 tahun, warga Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), harus berjuang melewati jalan kabupaten yang rusak dan berlubang.

Kini, kondisi tersebut berubah. Ruas jalan yang menghubungkan Cikidang, Wangunharja, Cikole hingga Langensari mulai mulus dan kokoh setelah mendapat perbaikan.

Kebahagiaan warga pun dituangkan melalui tradisi Sunda, yakni Botram atau makan bersama di atas jalan yang baru selesai diperbaiki. Tradisi tersebut menjadi bentuk syukur setelah warga bertahun-tahun menantikan akses jalan yang layak.

Kepala Desa Cikidang, Heri mengatakan, ruas jalan tersebut sudah lebih dari 12 tahun tidak mendapat perbaikan. Kondisi itu berlangsung sejak dua periode kepala desa sebelumnya.

"Dua periode itu waktu dulu itu kan 6 tahun. Berarti yang pertama 10 tahun, yang kedua 12 tahun. Mungkin istilahnya baru sekarang tersentuh jalan Kabupaten Bandung Barat," kata Heri, Jumat (21/8/2026).

Menurut Heri, perbaikan jalan tersebut memberikan dampak besar bagi aktivitas masyarakat, khususnya para petani yang setiap hari mengangkut hasil bumi menuju pasar.

"Bagi warga Cikidang, jalan ini bukan sekadar aspal atau beton, namun sudah merupakan urat nadi kehidupan," tuturnya.

Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut menjadi akses penghubung bagi warga Cikidang, Wangunharja, Cikole hingga Langensari. Mayoritas masyarakat di kawasan tersebut menggantungkan perekonomian dari sektor pertanian.

"jalan tersebut bukan sekadar akses biasa karena menjadi urat nadi pertanian warga Desa Cikidang, Wangunharja, Cikole, hingga Langensari yang setiap hari mengangkut hasil bumi ke pasar-pasar," jelasnya.

Selama jalan dalam kondisi rusak, biaya angkut hasil pertanian menjadi lebih mahal. Tak hanya itu, hasil panen juga berisiko rusak sebelum sampai ke pasar sehingga harga jual ikut menurun.

Dengan kondisi jalan yang kini lebih baik, biaya transportasi hasil pertanian diharapkan dapat ditekan. Hasil panen juga bisa tiba di pasar dalam kondisi lebih segar sehingga berpotensi meningkatkan harga jual.

Rasa syukur atas perbaikan jalan dituangkan warga Cikidang melalui tradisi Botram. Sebanyak 11 RT dari RW 06 dan RW 07 ikut dalam kegiatan makan bersama di atas ruas jalan yang baru selesai diperbaiki.

Bagi warga, Botram bukan sekadar kegiatan makan bersama, tetapi menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Heri menuturkan, tradisi tersebut memang sudah menjadi kebiasaan warga Cikidang ketika mendapatkan berkah. warga biasanya berkumpul, makan bersama dan berdoa.

Kali ini, berkah yang dirayakan adalah perbaikan jalan yang telah lama dinantikan.

"Rasa syukur warga pun dituangkan dalam tradisi makan bersama atau Botram di atas jalan yang baru selesai, diikuti 11 RT dari RW06 dan RW07 sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan sekaligus kebersamaan warga," ujarnya.

Meski sebagian besar ruas jalan telah diperbaiki, warga belum sepenuhnya berhenti berharap. Masih terdapat sekitar 180 hingga 200 meter ruas jalan yang belum selesai dikerjakan.

Heri berharap sisa pekerjaan tersebut dapat segera dituntaskan tanpa hambatan. Dengan demikian, konektivitas antardesa sekaligus akses pertanian warga dapat berfungsi secara optimal.

"Kami berharap penyelesaian sisa ruas jalan dalam waktu dekat dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga akses pertanian dan mobilitas warga tiga desa ini benar-benar terlayani secara optimal," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti