Jalan RW15 Jayagiri Lembang Rampung, Dibangun dengan Dua Sumber Anggaran
Jalan RW15 Desa Jayagiri, Lembang, KBB rampung diperbaiki dengan dukungan Rp200 juta dari pokir DPRD dan Rp1 miliar dari Pemkab Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jalan di lingkungan RW15, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang selama ini kurang mendapat perhatian akhirnya rampung diperbaiki dan kini dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Pembangunan jalan tersebut didukung dua sumber anggaran. Sebesar Rp200 juta berasal dari aspirasi atau pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD KBB, sedangkan Rp1 miliar lainnya dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, pembangunan Infrastruktur jalan menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas sarana dasar masyarakat.
Namun, menurut dia, perhatian tidak hanya diberikan untuk pembangunan jalan. Sektor pendidikan, kesehatan, sarana ibadah, hingga lingkungan hidup juga menjadi bagian dari program yang didorong di berbagai wilayah KBB.
"Perbaikan jalan RW15 ini merupakan yang kedua di tahun anggaran 2026," kata Pither, Kamis (24/9/2026).
Pither menjelaskan, jalan kabupaten tersebut selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi itu membuat masyarakat berulang kali menyampaikan aspirasi agar jalan segera diperbaiki.
Melalui pokok pikiran yang diajukan, anggaran sebesar Rp200 juta akhirnya direalisasikan untuk menangani kebutuhan tersebut. Pemkab Bandung Barat kemudian melengkapi pembangunan dari arah depan, tepatnya di sisi SMA Negeri 1 Lembang, dengan anggaran Rp1 miliar.
"Hari ini saya meresmikan jalan yang kedua di tahun anggaran 2026. Rp200 juta dari aspirasi kami untuk menyelesaikan keinginan masyarakat, karena jalan kabupaten ini sudah sekian lama tidak diperhatikan. Pemkab juga menambahkan Rp1 miliar dari arah SMA Negeri 1 Lembang dan sudah selesai," terangnya.
Menurut Pither, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas dalam arah pembangunan daerah yang tercantum dalam RPJMD.
"Kami pusatkan di sini karena infrastruktur adalah prioritas utama Bupati lewat RPJMD, bersama pendidikan dan kesehatan. Lima tahun ke depan, jalan-jalan kabupaten harus sudah terlihat diperbaiki secara bertahap," ujarnya.
Tak Hanya Infrastruktur Jalan
Pither menuturkan, alokasi pembangunan pada 2025-2026 tidak hanya diarahkan untuk jalan. Sejumlah kebutuhan lain seperti ruang kelas baru, sarana ibadah, MCK, pemasangan paving block hingga penanganan stunting turut mendapat perhatian.
Khusus untuk menekan angka stunting, pihaknya mengalokasikan Rp1 miliar kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB untuk pengadaan dan penyaluran telur kepada masyarakat. Program tersebut, kata dia, kini telah direalisasikan.
"Bukan saja infrastruktur. Kami bangun ruang kelas baru, sarana ibadah, MCK, pagar, paving block. Rp1 miliar saya salurkan ke Dinas Kesehatan untuk penanganan stunting lewat pengadaan telur dan sudah terealisasi," katanya.
Selain itu, DPRD KBB juga mendorong pengadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
"Kami juga dorong pengadaan tanah untuk TPA sampah. Semua ini mendukung visi-misi Bupati, bukan sekadar membangun fisik semata," jelasnya.
Pither menegaskan, penyaluran aspirasi masyarakat tidak hanya difokuskan pada daerah pemilihannya. Bantuan juga disebarkan ke sejumlah wilayah seperti Cihampelas, Cikalong, Batujajar, Gununghalu, Tanimulya hingga Margajaya.
Menurutnya, kebutuhan air bersih, sarana ibadah maupun perbaikan jalan tetap dapat diperjuangkan di berbagai wilayah selama terdapat aspirasi masyarakat dan dukungan anggaran.
"Bukan hanya di dapil saya. Di Gununghalu saya berikan air bersih dan sarana ibadah. Di Tanimulya air bersih dan jalan. Di Margajaya juga jalan," imbuhnya.
"Bukan wilayah saya, tapi sebagai wakil rakyat, jika ada aspirasi dan anggaran memungkinkan, mengapa tidak kami bantu. Pembangunan harus dirasakan merata oleh semua warga Kabupaten Bandung Barat," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

