Disdik KBB Gelar TKA Kesetaraan 2026, Diikuti 2.116 Peserta Didik

Sebanyak 2.116 peserta didik PKBM di Bandung Barat mengikuti TKA Kesetaraan 2026. Disdik menjelaskan fungsi dan manfaat hasil tes bagi peserta.

Disdik KBB Gelar TKA Kesetaraan 2026, Diikuti 2.116 Peserta Didik
Sebanyak 2.116 peserta didik PKBM di Bandung Barat mengikuti TKA Kesetaraan 2026. Disdik menjelaskan fungsi dan manfaat hasil tes bagi peserta.

INILAHKORAN.ID-Sebanyak 2.116 peserta didik dari berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kesetaraan 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.193 peserta laki-laki dan 923 peserta perempuan. Pelaksanaan TKA menjadi bagian dari upaya mengukur capaian akademik warga belajar pada jalur Pendidikan Nonformal.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Makhatir Mohamad, mengatakan penyelenggaraan TKA Kesetaraan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengakuan terhadap kualitas pendidikan nonformal.

"Penyelenggaraan ini menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan nonformal di Bandung Barat, sekaligus menjawab keraguan yang selama ini beredar di masyarakat mengenai pengakuan dan standar kualitas pembelajaran di jalur pendidikan kesetaraan," kata Makhatir, Senin, 2 November 2026.

Dia menjelaskan, TKA bukan sekadar ujian akhir, melainkan instrumen pemetaan kemampuan akademik yang diselenggarakan secara nasional berbasis komputer di bawah arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berbeda dengan ujian yang menentukan kelulusan, TKA Kesetaraan bersifat sukarela. Kelulusan peserta didik tetap menjadi kewenangan masing-masing PKBM berdasarkan penilaian pembelajaran secara menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.

"Berbeda dengan ujian akhir di sekolah formal yang sering kali menentukan kelulusan, TKA Kesetaraan memiliki sifat sukarela namun strategis," jelasnya.

Meski tidak wajib, Makhatir menyarankan peserta didik mengikuti TKA karena hasilnya dapat menjadi salah satu bukti capaian akademik yang digunakan untuk kebutuhan seleksi pendidikan lanjutan.

"Keikutsertaan dalam TKA memberikan keuntungan nyata, terutama sebagai validator nilai yang diakui secara nasional untuk keperluan seleksi pendidikan lanjutan, baik masuk ke jenjang yang lebih tinggi maupun mendaftar ke perguruan tinggi," sebutnya.

Selain itu, hasil TKA juga diintegrasikan dengan Asesmen Nasional. Dengan demikian, capaian peserta pendidikan kesetaraan dapat dipetakan dan dibandingkan dengan standar pendidikan formal.

Makhatir mengungkapkan, pelaksanaan TKA Kesetaraan 2026 dibagi berdasarkan jenjang pendidikan dengan jadwal yang telah ditetapkan secara nasional.

Untuk Paket A atau setara SD, pendaftaran berlangsung pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Pelaksanaan utama dijadwalkan pada 20–30 April 2026, sedangkan pengumuman hasil pada 26 Mei 2026.

Sementara itu, pelaksanaan Paket B atau setara SMP dijadwalkan pada 11–12 April 2026.

Adapun untuk Paket C atau setara SMA, yang menjadi kelompok terbesar peserta TKA di Kabupaten Bandung Barat, pendaftaran dibuka pada 18 Agustus hingga 27 September 2026. Pelaksanaan mata pelajaran wajib berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026, sedangkan mata pelajaran pilihan dijadwalkan pada 7–8 November 2026.

"Peserta yang berhalangan masih diberikan kesempatan melalui sesi susulan, sehingga tidak ada alasan bagi warga belajar yang ingin membuktikan kemampuan akademiknya namun terhalang kendala waktu," lanjutnya.

Melalui penyelenggaraan TKA Kesetaraan, Disdik KBB berharap kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan nonformal semakin meningkat. Menurut Makhatir, pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan dengan standar yang terukur.

"Bagi peserta yang telah mengikuti TKA di Kabupaten Bandung Barat, ini bukan sekadar angka statistik, namun bukti nyata pintu pendidikan yang berkualitas terbuka lebar bagi siapa saja, kapan saja, dan dari latar belakang apa pun," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana