Kronologis Tebing Setinggi 20 Meter Longsor di Perumahan Buana Flamingo 

Hujan deras yang mengguyur Cimahi pada Kamis (29/10/2026) malam memicu longsor besar di kawasan Perumahan Buana Flamingo, Kel Cibeber, Kec Cimahi Selatan. 

Kronologis Tebing Setinggi 20 Meter Longsor di Perumahan Buana Flamingo 
Salah satu rumah terdampak di Perumahan Buana Flamingo. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID  - Hujan deras yang mengguyur Cimahi pada Kamis (29/10/2026) malam memicu longsor besar di kawasan Perumahan Buana Flamingo, Kel Cibeber, Kec Cimahi Selatan. 

Tebing setinggi 20 meter dengan bentangan lebar mencapai 22 meter ambles pada Jumat (30/10/2026), material tanah dan batu menggerus langsung ke empat unit hunian yang berada di bawahnya. 

Dinding penahan tanah berjenis paku bumi yang seharusnya menahan struktur tebing ikut tergerus, menyebabkan sebagian area perumahan ambles dan bangunan mengalami kerusakan berat. 

Satu rumah masih dihuni saat kejadian dan penghuninya harus segera dievakuasi, sementara tiga rumah lainnya sudah lama kosong.

Salah satu pemilik rumah yang terdampak, Oki menuturkan, awalnya longsor kecil terjadi di sisi kiri rumah berdekatan dengan benteng pembatas perumahan. Tak lama kemudian, muncul tanda pergerakan tanah di area carport depan rumah. 

"Saat hujan deras turun pada Kamis malam, pergerakan tanah membesar secara signifikan hingga menimpa bangunan. Di dalam rumah pun terlihat jelas retakan-retakan dinding yang kian melebar," kata Oki, Sabtu (31/10/2026).

Lantaran rumah tersebut belum diserahterimakan secara resmi dari pihak pengembang, Oki meminta pihak pengembang bertanggung jawab penuh melalui penggantian unit rumah atau pembelian kembali dengan harga yang disepakati bersama.

"Kami berharap solusi yang diberikan bukan sekadar penanganan sementara, namun penyelesaian tuntas agar peristiwa serupa tidak terulang di musim hujan yang masih berlangsung," tegasnya.

Pihak pengembang melalui perwakilannya, Jalu mengakui, telah melakukan analisis di lokasi dan menemukan indikasi aliran air liar dari dalam tanah sebagai salah satu pemicu utama longsor. 

"Upaya penguatan berupa pemasangan bronjong sedang dilakukan di bagian bawah tebing, namun intensitas hujan yang tinggi mengikis bagian atas tebing sehingga pergerakan tanah tetap terjadi," kata Jalu.

Pihak pengembang telah memindahkan satu keluarga yang terkena dampak terberat ke unit rumah siap huni milik pengembang sementara penanganan jangka panjang masih dirumuskan bersama pihak terkait. 


Editor : Doni Ramdhani