Longsor di Perumahan Lereng Cimahi, DPRD: Perizinan Pembangunan Harus Dikaji Lebih Ke
Rentetan kejadian longsor di Perumahan Buana Flamingo, Kel Cibeber, Cimahi Selatan kini membuka sorotan lebih luas tentang pola pembangunan hunian di Cimahi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rentetan kejadian longsor di Perumahan Buana Flamingo, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan kini membuka sorotan lebih luas tentang pola pembangunan hunian di Kota Cimahi.
Kota yang secara topografi didominasi wilayah berbukit dan berlereng ini ternyata memiliki sejumlah kawasan perumahan yang berdiri di lokasi serupa, yakni di ketinggian dan di area yang berpotensi rawan pergerakan tanah.
Situasi itu kian mengkhawatirkan seiring dengan masuknya musim hujan yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologis secara signifikan.
Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyatmoko menegaskan, kejadian itu harus dijadikan pelajaran penting bagi seluruh pihak, termasuk pengalaman dari peristiwa longsor di kawasan Leuwigajah yang pernah terjadi sebelumnya.
"Peninjauan lebih detail terhadap prosedur perizinan pembangunan perumahan baru, khususnya yang berlokasi di kawasan perbukitan," kata Wahyu, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, setiap pengajuan izin pembangunan hunian di lahan berlereng wajib melalui kajian teknis yang sangat ketat dan menyeluruh, mengingat karakteristik tanah di kawasan berbukit yang jauh lebih rentan labil dibandingkan dataran rendah.
Wahyu mengakui keterbatasan pemahamannya secara teknis mengenai struktur bangunan di lahan miring, namun justru menekankan alasan utama mengapa pemerintah kota melalui dinas terkait wajib menerapkan standar pengawasan yang tinggi sebelum izin diterbitkan.
"Tidak boleh ada lagi perumahan yang berdiri di kawasan berisiko tinggi tanpa pengkajian kelayakan lahan yang memadai," tegasnya.
"Upaya preventif ini dinilai jauh lebih penting dibandingkan penanganan pascabencana yang kerap menelan biaya lebih besar dan memakan korban jiwa maupun kerugian harta benda," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

