BPBD Kota Bandung Koordinasikan Perbaikan Rumah Korban Tanggul Jebol di Cipaganti

BPBD Kota Bandung mengupayakan bantuan perbaikan rumah warga terdampak tanggul jebol di kawasan Jalan Siliwangi, RT 09/RW01, Kelurahan Cipaganti, Kec Coblong.

BPBD Kota Bandung Koordinasikan Perbaikan Rumah Korban Tanggul Jebol di Cipaganti
Petugas BPBD Kota Bandung melakukan penanganan di aliran sungai pascajebolnya tanggul di kawasan Cipaganti, Coblong. (yogo triastopo)

INILAHKORAN.ID - BPBD Kota Bandung mengupayakan bantuan perbaikan rumah warga terdampak tanggul jebol di kawasan Jalan Siliwangi, RT 09/RW01, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, bencana yang terjadi Jumat (30/10) sekitar pukul 19.00 WIB itu berdampak terhadap 114 jiwa dan 34 rumah. Dari puluhan rumah terdampak, dua rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah rusak ringan.

"Dinas Sosial (Dinsos) sudah masuk dan kemarin sudah memberi bantuan. Kami mau memastikan kembali apa yang kurangnya, termasuk opsi untuk perbaikan rumah yang rusak," kata Didi, Sabtu (31/10/2026).

Penanganan warga terdampak, telah melibatkan sejumlah instansi lintas sektor. Dinsos Kota Bandung sudah turun ke lokasi, dan menyalurkan bantuan kepada warga. BPBD juga akan kembali memeriksa kondisi lapangan, guna memastikan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi.

Menurutnya, salah satu perhatian BPBD adalah membantu pemulihan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat jebolnya tanggul. Koordinasi akan dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), guna mengetahui kemungkinan dukungan perbaikan melalui program instansi terkait.

Apabila bantuan melalui DPKP belum memungkinkan, BPBD akan mencari alternatif pendanaan melalui lembaga filantropi. Langkah itu, disiapkan agar warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun ringan tetap mendapatkan dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.

"Selain penanganan warga, perbaikan tanggul juga tengah dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Kerusakan infrastruktur di kawasan itu menjadi perhatian, terutama karena hujan masih berpotensi mengguyur Kota Bandung dan memicu kejadian serupa," ucapnya.

Didi menjelaskan, persoalan di kawasan tanggul sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, adalah belum adanya sistem pengalihan aliran air di bagian hulu sehingga debit air yang menuju kawasan tersebut perlu dikendalikan.

"Kalau dinding turapnya oleh DSDABM. Dan ini memang dari dulu permasalahannya adalah tidak ada pengalihan air di atasnya, di hulunya. Itu mungkin yang harus kita pikirkan," ujar dia.

Menghadapi potensi hujan lanjutan, pihaknya menilai penguatan tebing menjadi langkah antisipasi jangka pendek yang paling memungkinkan. Pemasangan dinding sementara, juga dipertimbangkan guna memperkuat bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

"Ini opsi paling pendeknya, karena untuk melakukan pengurangan debit dari atas sangat minim. Paling di sini penguatan tebing saja, dinding sementara. Paling itu yang bisa dilakukan," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani