Kekeringan di Jabar Meluas, 1,4 Juta Jiwa Terdampak Krisis Air

BPBD Jabar mencatat 1,4 juta jiwa terdampak kekeringan di 879 desa/kelurahan. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbesar.

Kekeringan di Jabar Meluas, 1,4 Juta Jiwa Terdampak Krisis Air
Ilustrasi kekeringan. BPBD Jabar mencatat 1,4 juta jiwa terdampak kekeringan di 879 desa/kelurahan. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbesar.

INILAHKORAN.ID – Bencana kekeringan yang melanda Jawa Barat terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar per Selasa (20/10/2026), sebanyak 1.405.110 jiwa dari 429.634 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air.

Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, dampak kekeringan telah menyebar ke 879 desa/kelurahan di 281 kecamatan. Sebarannya mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

“Hingga pembaruan data per Selasa (20/10) pukul 07.00 WIB, tercatat ada 1.405.110 jiwa dari 429.634 KK yang terdampak fenomena kekeringan di Jawa Barat,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (20/10/2026).

Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbesar, yakni 412.755 jiwa dari 121.855 KK. Berikutnya Kabupaten Purwakarta dengan 173.442 jiwa dari 54.279 KK.

Kabupaten Tasikmalaya mencatat 117.434 jiwa dari 37.177 KK, disusul Kabupaten Bekasi sebanyak 112.250 jiwa dari 37.982 KK. Sementara itu, Kabupaten Karawang mencatat 40.436 jiwa dari 10.219 KK terdampak.

Meluasnya dampak kekeringan membuat masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan menjaga ketersediaan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak mengelola ketersediaan air yang ada dan tetap mewaspadai potensi perpanjangan musim kemarau,” kata Hadi.


Editor : Ahmad Sayuti