Pemkab Majalengka Kucurkan Rp13 Miliar untuk Irigasi, Target Tanam 3 Kali Setahun

Pemkab Majalengka mengoptimalkan bantuan irigasi senilai Rp13 miliar di 80 titik untuk mengatasi kekeringan dan mendorong petani tanam tiga kali setahun.

Pemkab Majalengka Kucurkan Rp13 Miliar untuk Irigasi, Target Tanam 3 Kali Setahun
Ilustrasi

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengoptimalkan bantuan irigasi pompanisasi dan perpipaan senilai Rp13 miliar untuk memperluas akses air pertanian serta mendukung peningkatan frekuensi tanam hingga tiga kali setahun.

Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Senin, mengatakan, bantuan yang tersebar di sekitar 80 titik tersebut ditujukan untuk mengatasi keterbatasan pasokan air, terutama pada lahan tadah hujan yang rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Langkah ini penting agar target Indeks Pertanaman kami bisa meningkat dari IP 1 atau 1,7 menuju IP 3. Jangan sampai petani kesulitan air saat musim kemarau,” katanya.

Ia menjelaskan, program tersebut mencakup irigasi pompanisasi (irpom) dan irigasi perpipaan (irpip) yang menyasar sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan tebu.

Berdasarkan alokasi teknis, kata dia, bantuan irpom mencapai Rp155,7 juta per unit, sedangkan irpip sebesar Rp97 juta per unit.

Eman mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian, khususnya ketika curah hujan tidak mencukupi kebutuhan tanaman.

Selain bantuan irigasi, pihaknya bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) membangun sodetan untuk membantu mengatasi kekeringan di sejumlah kawasan pertanian.

Ia menyebut penanganan kekeringan di Kecamatan Kertajati dan Jatitujuh, Majalengka diikuti peningkatan luas panen dari sekitar 500 hektare menjadi 2.000 hektare.

Menurut Eman, kerja sama pemerintah daerah dan pusat diperlukan untuk menyediakan infrastruktur air yang mendukung kegiatan pertanian di tengah perubahan musim.

Ia pun mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar mengelola dan merawat fasilitas tersebut, sebagai aset bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Saya ingatkan agar kelompok tani mengelola dan menjaga bantuan ini dengan rasa memiliki, bukan sekadar mencari keuntungan, agar nilai manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Majalengka Gatot Sulaeman menyampaikan pemanfaatan batuan irigasi dapat mengoptimalkan lahan tadah hujan, menekan risiko gagal panen akibat kekeringan, serta menjaga kesinambungan produksi pangan di Majalengka.

“Kami turut mempertahankan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) inti seluas lebih dari 37 ribu hektare, untuk menjaga keberadaan lahan produktif di tengah perkembangan pembangunan daerah,” ucap dia.***


Editor : JakaPermana