Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Kurnaesih Ditanggung Pemprov Jabar

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memastikan Pemprov Jabar membantu biaya pengobatan Kurnaesih, warga Majalengka yang menjalani perawatan jantung.

Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Pengobatan Kurnaesih Ditanggung Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Harapan keluarga Kurnaesih akhirnya mendapat titik terang. Setelah terkendala biaya pengobatan akibat kebocoran dua katup jantung yang tidak seluruhnya ditanggung kesehatan'>BPJS Kesehatan, warga Desa Enggalwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, itu dipastikan mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemprov Jabar akan membantu menyelesaikan biaya pengobatan Kurnaesih yang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.

Kasus Kurnaesih mencuat setelah anaknya, Mila dan Yapi, menyampaikan kondisi sang ibu melalui video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, keduanya mengungkapkan adanya kebutuhan biaya tambahan untuk penanganan katup jantung kedua yang tidak sepenuhnya terakomodasi dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Biaya tambahan yang harus disiapkan keluarga diperkirakan berkisar Rp12 juta hingga Rp26 juta. Jumlah tersebut dinilai cukup berat bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Menanggapi persoalan tersebut, Dedi memastikan Pemprov Jabar akan membantu penyelesaian biaya pengobatan Kurnaesih.

"Selanjutnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyelesaikan tagihan rumah sakitnya dan membantu pengobatan ibunda tercinta," ujar Dedi, Senin (28/9/2026).

Selain memastikan dukungan pembiayaan, Dedi juga mendoakan agar Kurnaesih segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas bersama keluarga.

"Semoga penyakitnya cepat berlalu, kembali seperti sedia kala, sembuh dan beraktivitas, berkumpul bersama keluarga," ucapnya.

Di tengah kepeduliannya terhadap warga yang membutuhkan bantuan medis, Dedi juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

Dedi menegaskan, masyarakat tidak boleh langsung mempercayai akun atau pihak yang mengaku mewakili dirinya. Warga diminta melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menanggapi permintaan bantuan, transfer uang, maupun komunikasi yang mengatasnamakan dirinya.

Menurut Dedi, praktik penipuan dengan mencatut namanya masih ditemukan di sejumlah platform digital, mulai dari Facebook, Instagram, TikTok hingga YouTube.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah terpancing oleh pesan maupun ajakan dari akun yang belum jelas keasliannya.

"Semoga lekas sembuh dan kita semua, seluruh warga Jabar dan warganet, disehatkan, dijauhkan dari marabahaya," katanya.***


Editor : JakaPermana