Kertajati Jadi Bandara Alternatif, Dedi Mulyadi Siapkan Layanan untuk Penumpang
Bandara Kertajati menjadi alternatif penerbangan akibat abu vulkanik GAK. Sebanyak 663 jemaah umrah dialihkan dari Soetta ke Kertajati.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, langsung direspons Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan jajaran Pemprov Jabar bergerak memberikan pelayanan kepada penumpang yang penerbangannya dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan kenyamanan penumpang tetap terpenuhi selama berada di Bandara Kertajati, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak dan lanjut usia.
"Hari ini juga saya akan meminta para staff Pemprov Jabar untuk memberikan layanan yang terbaik, minimal mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan oleh para penumpang, misalnya yang bawa bayi, bawa orang tua In Syaa Allah hari ini saya akan meminta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Bandara Kertajati menyambut para tamu yang akan berangkat dan tiba di Bandara Kertajati," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Senin (7/9/2026).
Kertajati Jadi Alternatif Penerbangan
Dedi mengatakan Bandara Kertajati memiliki peran penting sebagai salah satu bandara alternatif ketika operasional penerbangan di Soetta terganggu akibat faktor alam.
Menurutnya, keberadaan BIJB Kertajati dapat membantu menjaga mobilitas penerbangan sekaligus mengurangi dampak gangguan terhadap masyarakat.
"Kertajati menjadi salah satu alternatif pilihan agar penerbangan tetap bisa berjalan dengan baik dan bagi yang menggunakan Bandara Kertajati di Majalengka Provinsi Jawa Barat saya mengucapkan selamat menggunakan Bandara Kertajati semoga aman dan nyaman," ucapnya.
Pemprov Jabar, kata Dedi, akan memberikan pelayanan kepada penumpang yang tiba maupun berangkat melalui Kertajati.
Kebutuhan dasar bagi penumpang menjadi salah satu perhatian, khususnya bagi mereka yang membawa bayi atau anggota keluarga lanjut usia.
Dua Pesawat Garuda Dialihkan ke Kertajati
Sebelumnya, Bandara Kertajati menerima pengalihan pendaratan dua pesawat Garuda Indonesia yang semula dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Pengalihan dilakukan setelah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau memengaruhi aspek keselamatan operasional penerbangan.
Executive General Manager BIJB Kertajati Nuril Huda mengatakan dua penerbangan yang dialihkan tersebut yakni GA 961 dari Madinah dan GA 983 dari Jeddah.
“GA 961 ini total penumpangnya ada 356 dan GA 983 dari Jeddah total penumpangnya ada 307. Alhamdulillah semua bisa landing dengan baik,” kata Huda.
Dengan demikian, terdapat 663 penumpang dari dua penerbangan tersebut yang mendarat di Bandara Kertajati.
Seluruh penumpang merupakan jemaah umrah asal Lampung. Mereka berhasil mendarat dengan selamat dan mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Dedi Mulyadi Berharap Erupsi Segera Mereda
Dedi berharap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau segera mereda sehingga operasional penerbangan nasional dapat kembali normal.
Ia juga berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas tanpa terganggu dampak erupsi.
"Semoga Anak Krakatau kembali normal dan kita bisa menjalankan aktivitas sebagaimana biasa semoga Allah SWT melindungi kita semua," harapnya.
Pemprov Jabar memastikan koordinasi dan pelayanan kepada penumpang akan terus dilakukan selama Bandara Kertajati menjadi salah satu alternatif penerbangan akibat gangguan operasional di sejumlah bandara.***
Editor : JakaPermana

