Warga Bandung Raya Dihebohkan Suara Dentuman Misterius Jumat Malam
Warga Bandung Raya hingga Sumedang dihebohkan suara dentuman misterius dari langit pada Jumat malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Suasana malam akhir pekan warga Bandung Raya dan sekitarnya mendadak diwarnai rasa panik dan penasaran.
Fenomena suara dentuman misterius terdengar menggema dari langit pada Jumat malam 4 September 2026 hingga Sabtu dini hari.
Suara dentuman yang terdengar berulang kali tersebut diperkirakan berlangsung selama kurun waktu 1 hingga 2 jam.
Tak hanya mendengar dentuman, sejumlah warga di beberapa titik bahkan melaporkan adanya getaran fisik yang dirasakan pada bangunan rumah mereka.
Heboh di Media Sosial dan Merambah hingga Sumedang
Fenomena ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial seperti Threads dan X (Twitter). Banyak warganet membagikan pengalaman mencekam yang mereka alami saat suara tersebut terdengar.
Salah seorang pengguna akun Threads @aldianty1717 mengungkapkan bahwa suara dentuman yang berasal dari langit tersebut terasa sangat mencekam di wilayah Sumedang sejak pukul 01.00 WIB.
"Dari semalam sekitar jam 1 malam Sumedang mencekam kedengeran suara dentuman dari langit. Sampe jam 06.36 pintu rumah masih bergetar tiap 20-30 menit sekali ya Allah lindungilah kami," tulisnya dalam sebuah unggahan.
Senada dengan hal tersebut, pengguna lain @alfiir turut membagikan suasana di Bandung yang mencekam akibat perpaduan hembusan angin kencang dan gemuruh dentuman yang tak kunjung berhenti.
"Sedikit mencekam Bandung. Stay safe aah, anginn gede pisan, ditambah suara dentuman teu eureun-eureun (tidak berhenti-berhenti). Semoga nggak ada apa apa," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu pagi 5 September 2026, fenomena suara dentuman dan getaran ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi warga Bandung Raya, Sumedang, dan sekitarnya.
Belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun otoritas setempat mengenai pemicu pasti dari suara misterius tersebut—apakah berasal dari aktivitas cuaca ekstrem, fenomena atmosfer, atau aktivitas geologi/terestrial lainnya.
Editor : Firda Rachmawati

