Meski Ekosistem di Kertajati Terbentuk, Bandara Husein Jadi Prioritas Kota Bandung
Perpindahan Garuda Maintenance Facilities (GMF) ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka menandai terbentuknya ekosistem industri penerbangan yang baru di Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Perpindahan Garuda Maintenance Facilities (GMF) ke Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka menandai terbentuknya ekosistem industri penerbangan yang baru di Jawa Barat.
Namun, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, kebutuhan akan bandara husein Sastranegara sebagai pintu gerbang utama udara bagi Kota Bandung tetap tidak tergantikan.
“GMF sudah pindah ke Kertajati, artinya ekosistem industri di sana sebenarnya sudah terbentuk. Namun, kami masih membutuhkan bandara husein untuk tetap beroperasi demi kelancaran mobilitas warga dan pengembangan ekonomi lokal," kata Farhan pada Jumat 22 Agustus 2025.
Menurut ia, Bandara Kertajati yang berlokasi di Kabupaten Majalengka memang menjadi fokus pemerintah pusat dalam pengembangan transportasi udara regional. Dengan fasilitas yang lebih luas dan kapasitas yang besar, Kertajati diproyeksikan menjadi bandara utama di wilayah ini.
"Meski demikian, aksesibilitas dan jarak tempuhnya kan, masih menjadi kendala untuk warga Kota Bandung yang lebih dekat dengan bandara husein," ucapnya.
Dituturkan Farhan, pihaknya telah memulai persiapan untuk mendukung kelancaran operasional bandara husein apabila kembali dibuka. Hal itu termasuk perbaikan infrastruktur, seperti pengaturan arus lalu lintas dan penambahan tempat parkir agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan sekitar.
“Sekarang, kami hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Kami ingin agar bandara husein tetap menjadi pilihan utama bagi warga Kota Bandung," ujar dia.
Pernyataan tersebut, muncul di tengah proses kajian pemerintah pusat mengenai kelanjutan operasional bandara husein. Wakil Menteri Perhubungan, sebelumnya menyatakan bandara tersebut masih dalam tahap evaluasi.
Sementara itu, masyarakat dan pelaku usaha di Kota Bandung berharap agar kedua bandara dapat beroperasi secara sinergis yang dapat memberikan pilihan dan kemudahan dalam mobilitas udara di wilayah Jawa Barat.***
Editor : JakaPermana


