Farhan Sebut Bandara Husein dan Pasar Baru Punya Hubungan Erat
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein dan Pasar Baru saling berkaitan dalam menggerakkan perdagangan dan pariwisata Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Internasional Husein Sastranegara dan kawasan Pasar Baru memiliki hubungan erat dalam menggerakkan aktivitas Perdagangan dan pariwisata di Kota Bandung.
Menurut Farhan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara perlu diikuti dengan kesiapan kawasan Perdagangan, termasuk Pasar Baru. Dengan demikian, wisatawan yang datang melalui jalur udara dapat langsung diarahkan untuk menikmati aktivitas Perdagangan dan wisata di Kota Bandung.
"Dari dulu kita meyakini, bahwa Bandara Husein dengan Pasar Baru memiliki hubungan darah," kata Farhan, Senin (21/9/2026).
Ia menggambarkan keterkaitan kedua kawasan tersebut seperti aliran darah dalam tubuh. Ketika aktivitas penerbangan di Bandara Husein terhenti, dampaknya turut dirasakan oleh pedagang dan aktivitas Perdagangan di Pasar Baru.
"Artinya kalau Bandara Husein dihentikan, Pasar Baru juga kehabisan darah. Hubungan keduanya memang sangat erat," ucapnya.
Farhan menyampaikan apresiasi atas arahan Presiden Prabowo Subianto terkait reaktivasi Bandara Husein. Pemerintah Kota Bandung sebelumnya menyambut arahan tersebut sebagai upaya mengembalikan penerbangan komersial dengan jangkauan lebih luas.
Menurut Farhan, dibukanya kembali aktivitas penerbangan tidak cukup hanya diikuti peningkatan jumlah penerbangan. Kota Bandung juga perlu menyiapkan kawasan Perdagangan dan destinasi wisata agar peluang ekonomi dari kedatangan wisatawan dapat dimanfaatkan.
"Reaktivasi tentu harus dijawab dengan pertanyaan, setelah bandara dibuka lalu apa? Nah, sekarang kita mengaktifkan kembali Pasar Baru serta mencari berbagai solusi bagi Perdagangan," ujar dia.
Pedagang Diminta Siapkan Produk dan Pelayanan
Farhan mengatakan kesiapan pedagang menjadi bagian penting seiring potensi meningkatnya arus wisatawan ke Kota Bandung.
Menurut dia, Pasar Baru harus mampu memberikan pengalaman berbelanja sesuai dengan harapan pengunjung, baik dari sisi ketersediaan produk maupun pelayanan.
"Tanpa kesiapan para pedagang, tentu akan percuma ketika wisatawan datang ke sini. Mereka bisa melihat Pasar Baru sepi, barangnya tidak tersedia atau produk yang ditawarkan tidak sesuai harapan," tuturnya.
Karena itu, Farhan mendorong pelaku Perdagangan mempersiapkan produk dan pelayanan agar calon konsumen yang datang melalui Bandara Husein dapat diarahkan menuju kawasan Pasar Baru.
"Kita harus siap menangkap calon konsumen yang datang," ujar dia.
Farhan juga menyebut wisatawan asal Thailand mulai berdatangan ke Kota Bandung. Menurutnya, wisatawan dari Thailand Selatan menjadi salah satu potensi pasar wisata yang dapat berkembang seiring kembali aktifnya Bandara Husein.
Bandara Husein sendiri kembali dipersiapkan untuk melayani penerbangan domestik dan internasional. Pemerintah Kota Bandung sebelumnya menyebut sejumlah rute regional dan internasional menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali konektivitas udara Bandung.
Pasar Baru Diusulkan Jadi Pusat Kuliner Malam
Selain menghidupkan kembali aktivitas Perdagangan, Farhan mengungkapkan adanya gagasan untuk mengembangkan kawasan Pasar Baru menjadi pusat kuliner malam kelas dunia.
Gagasan tersebut berasal dari kalangan pedagang dan telah dikomunikasikan dengan sejumlah perwakilan negara sahabat.
Kawasan kuliner malam itu direncanakan membentang dari Jalan Otista, kawasan Pasar Baru hingga Pecinan Lama. Namun, pemerintah masih akan melihat kondisi lapangan sebelum menentukan konsep pengembangan kawasan tersebut.
"Salah satunya sudah dikomunikasikan dengan beberapa perwakilan negara sahabat, yakni membangun pusat kuliner malam kelas dunia," ucapnya.
Pengembangan kawasan tersebut nantinya juga akan diselaraskan dengan pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari perbaikan jalan, penerangan jalan umum hingga marka jalan.
Penataan infrastruktur juga akan disesuaikan dengan kualitas kawasan setelah layanan bus rapid transit (BRT) mulai beroperasi.
Farhan mengatakan penataan trotoar di sepanjang Otista, Jalan Pungkur hingga arah Tegallega mulai mengikuti standar BRT. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara kawasan Perdagangan dan destinasi wisata.
"Trotoar dari ruas Otista, Jalan Pungkur sampai arah Tegallega juga mulai disesuaikan dengan standar BRT," pungkasnya.
Menurut Farhan, reaktivasi Bandara Husein merupakan bagian dari rangkaian upaya untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi Kota Bandung. Bandara, Pasar Baru, kawasan Pecinan Lama, serta infrastruktur transportasi diharapkan dapat saling terhubung dan memperkuat aktivitas Perdagangan maupun pariwisata.***
Editor : JakaPermana

