Pabrik Tramadol di Bandung Bisa Raup Omzet Miliaran Rupiah per Hari
Polrestabes Bandung membongkar fakta mengejutkan di balik peredaran obat keras ilegal jaringan antarprovinsi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polrestabes Bandung membongkar fakta mengejutkan di balik peredaran obat keras ilegal jaringan antarprovinsi.
pabrik obat haram tersebut mampu memproduksi hingga 8 juta butir obat jenis tramadol dan eximer setiap harinya.
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliesta Ageng Wicaksana menyebut perputaran uang dalam jaringan ini mencapai angka fantastis hingga miliaran rupiah per hari.
"Per hari mereka biasa memproduksi 8 juta butir. Kalau dikalkulasi, satu hari itu omzetnya bisa miliaran rupiah. Dalam seminggu saja mungkin sudah sampai puluhan miliar," kata Oliesta di Bandung, Kamis (5/11/2026).
Nilai transaksi raksasa tersebut dibuktikan dari hasil penelusuran alur keuangan tersangka. Oliesta membeberkan, pengelola bisnis haram ini rutin melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar melalui bank.
"Dari transaksi kemarin yang kami cek, per hari itu dia bisa mengambil uang tunai sampai Rp2 miliar lebih di bank," ungkapnya.
Beruntung, polisi berhasil memutus rantai pasokan sebelum obat keras tersebut menyebar luas ke masyarakat.
"Alhamdulillah kita berhasil cut saat proses perpindahan barang dalam jumlah besar sebelum sampai ke tangan konsumen. Target distribusinya biasanya menyasar apotek-apotek yang tidak terdaftar," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

