Tasikmalaya Internasional Job Fair Diserbu, Lowongan Ditawarkan hingga 18 Negara

Ribuan pencari kerja dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati gelaran Tasikmalaya International Job Fair 2026 di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya. 

Tasikmalaya Internasional Job Fair Diserbu, Lowongan Ditawarkan hingga 18 Negara
Ribuan pencari kerja saat memadati Tasikmalaya International Job Fair 2026 di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Ribuan pencari kerja dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati gelaran Tasikmalaya International Job Fair 2026 di Plaza Asia, Kota Tasikmalaya. 

Bursa kerja yang digagas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya ini menghadirkan 31 perusahaan dengan peluang penempatan kerja di 18 negara. 

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2026, dengan konsep hybrid atau perpaduan layanan secara langsung dan digital.

Di hari pertama hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pendaftar tercatat mencapai 5.800 orang. Mereka bersaing memperebutkan total 7.222 lowongan pekerjaan, yang terdiri dari 6.700 peluang kerja di luar negeri dan 184 formasi di dalam negeri.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, penyelenggaraan job fair tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.

Menurutnya, peluang penempatan tenaga kerja, termasuk ke luar negeri, masih terbuka lebar. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperkuat pelatihan dan kolaborasi dengan berbagai lembaga agar pencari kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

"penyelenggaraan pelatihan kerja, solusi penempatan tenaga kerja di Kota Tasikmalaya ini terbuka sangat lebar," ujar Viman, Jumat (30/10/2026).

Dia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya berdampak terhadap penurunan pengangguran, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan perbaikan tingkat kemiskinan di Kota Tasikmalaya.

Viman juga menargetkan Kota Tasikmalaya menjadi pusat atau hub penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya untuk wilayah Priangan Timur hingga Jawa Barat.

"Bukan cuman di Kota Tasikmalaya, kita ingin jadi episentrum hub-nya untuk pengiriman migran, tenaga kerja migran Indonesia, itu untuk skala Priangan Timur dan juga Jawa Barat," katanya.

Dari jumlah peserta yang telah mendaftar, sekitar 50 persen berasal dari Kota Tasikmalaya dan sisanya dari luar daerah. Mayoritas peserta dari luar kota berasal dari kawasan Priangan Timur.

Viman menegaskan, pemerintah tidak hanya berfokus pada proses perekrutan, tetapi juga memastikan para pencari kerja memperoleh pekerjaan yang layak dan aman.

Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Balai Latihan Kerja (BLK), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta, dunia usaha, hingga pemerintah.

"Jadi kita mengawal semua pihak supaya link and match-nya berjalan betul-betul outcome-nya, output-nya memang semua yang datang ke sini, yang terdaftar di sini, itu betul-betul mendapatkan pekerjaan yang layak dan aman," ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala mengapresiasi penyelenggaraan job fair tersebut, terutama pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendaftaran dan pemantauan peserta.

Menurutnya, sistem pendaftaran secara daring memungkinkan perkembangan jumlah pencari kerja dipantau secara real-time sehingga proses pendataan menjadi lebih mudah dan transparan.

"Jadi hal yang luar biasa di sini kan sebetulnya ini kan pendaftarannya online dan itu bisa ditrek secara real-time. Nah, ini kan artinya ada inisiatif dari pemerintah kota tentunya dengan dinas di mana caranya supaya pendaftar itu bisa didigitalisasi jadi lebih mudah semua untuk nhetrack progress-nya," kata Tiar.

Dia menilai, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas Presiden, khususnya perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Tiar menambahkan, pengiriman pekerja migran harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan dan perlindungan tenaga kerja. Salah satunya melalui program SMK Go Global yang diarahkan untuk menyiapkan lulusan sekolah kejuruan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Menurutnya, tantangan ke depan bukan sekadar memberangkatkan tenaga kerja yang sudah memiliki keahlian, tetapi juga mencetak calon pekerja dari yang belum terampil menjadi tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan perusahaan.

"Jadi tidak hanya mengirimkan, tapi tentu memberikan banyak ilmu, penambah keahlian juga dan salah satu program yang khusus, yang spesial itu adalah SMK Go Global," ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan Tasikmalaya International Job Fair 2026, pemerintah berharap terbuka lebih banyak akses pekerjaan bagi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Selain mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, berdaya saing, dan terlindungi.


Editor : Doni Ramdhani