Persoalan Lahan Ancam PKBM Berhenti, Pemkot Bandung Siapkan Lokasi Alternatif
Pemkot Bandung tengah mencari lokasi alternatif, untuk memindahkan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang berada di Jalan Stasiun Selatan, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung tengah mencari lokasi alternatif, untuk memindahkan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang berada di Jalan Stasiun Selatan, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan membiarkan kegiatan pendidikan warga terhenti akibat persoalan lahan. Pihaknya kini terus melakukan koordinasi dengan PT KAI sambil menyiapkan berbagai opsi termasuk pemindahan lokasi.
"Camat dan lurah sudah saya minta untuk berkomunikasi dengan KAI. Kalau ada lahan milik KAI di sekitar stasiun yang bisa digunakan, kita coba koordinasikan," kata Erwin pada Senin 8 September 2025.
Namun menurutnya, jika tak ada solusi dari PT KAI. Pihaknya menyatakan siap memindahkan PKBM ke lokasi baru. Pencarian lahan pengganti, kini tengah dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
"Saya juga meminta BKAD mencari lokasi lain. PKBM ini sudah lama berdiri, sudah meluluskan banyak warga dari paket A, B, C. Bahkan ada yang berhasil kuliah sampai S2. Sayang kalau sampai terhenti," ucapnya.
Erwin menilai, keberadaan PKBM sangat penting sebagai wadah pendidikan bagi warga yang tidak menempuh jalur sekolah formal. Ia menegaskan, komitmen Pemkot Bandung untuk menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi semua lapisan masyarakat.
"Janji kita tidak boleh ada anak yang tidak sekolah. PKBM ini buktinya, ada warga yang dulu tidak tamat SD, SMP, SMA kini bisa ikut pendidikan kesetaraan bahkan melanjutkan kuliah. Kalau diberi kesempatan, masyarakat bisa maju," ujar dia.
Meski belum ada perintah resmi untuk mengosongkan lokasi, suasana di PKBM mulai diliputi kecemasan. Menurut ia, pengelola sudah mulai mengemasi barang-barang karena khawatir akan digusur secara mendadak.
"Pengelola PKBM sampai kebingungan, sudah mengemasi barang, bahkan menangis karena tidak tahu harus ke mana. Semua serba mendadak, dan kita terus mencoba komunikasi dengan KAI," jelasnya.
Saat ini kata Erwin, kegiatan belajar masih berlangsung di lokasi semula. Namun pihaknya memastikan akan segera bertindak jika pengosongan harus dilakukan.
Ia berharap, ada solusi kolaboratif dengan PT KAI agar keberadaan PKBM tetap bisa dipertahankan atau dipindahkan ke tempat yang lebih layak tanpa menghentikan semangat belajar masyarakat.
"Kalau sampai harus pindah, siap atau tidak siap kita harus siap. Saya minta BKAD segera bergerak mencari tempat baru. Jangan sampai kegiatan belajar yang bermanfaat besar bagi masyarakat ini hilang," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

